JAKARTA – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki memenuhi undangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto untuk bersama-sama dapat membantu penyelesaian salah satu butir yang tertuang dalam MoU Helsinki.

“Kita membahas dan meminta dukungan serta bantuan Bapak Menteri agar perjanjian MoU Helsinki tentang kewajiban Pemerintah Pusat memberi tanah kepada mantan kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka),” kata Achmad Marzuki usai pertemuan dengan Menteri ATR/BPN di Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022.

Hal itu kata Pj. Gubernur Aceh sebagaimana tertuang dalam butir perjanjian damai antara GAM dengan Pemerintah RI terkait reintegrasi mantan kombatan ke dalam masyarakat.

“Dalam poin tersebut dengan nomor 3.2.5. berbunyi Pemerintah RI akan mengalokasikan tanah pertanian dan dana yang memadai kepada Pemerintah Aceh dengan tujuan untuk memperlancar reintegrasi mantan pasukan GAM ke dalam masyarakat dan kompensasi bagi tahanan politik dan kalangan sipil yang terkena dampak,” ujar Achmad Marzuki.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yahya, Anggota DPRA Purnama Setia Budi, dan Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Sunawardi.

Pj. Gubernur Aceh menyebut sebanyak 3.000 mantan kombatan GAM yang ditargetkan untuk pemberian lahan tersebut, dengan rincian tanahnya seluas 6 ribu hektare yang sudah tersedia.

Selain itu, Pj Gubernur Aceh juga menyingung terkait penyediaan transmigrasi lokal di seluruh kabupaten di Aceh yang nantinya diperuntukkan kepada masyarakat, baik bagi mantan kombatan GAM dan juga korban bencana alam.

“Transmigrasi ini dirasa penting untuk memecah kemiskinan yang ada di Aceh. Sebagian masyarakat yang berada di daerah miskin nantinya dipindahkan ke daerah lain dengan adanya transmigrasi lokal ini,” ujar Achmad Marzuki.

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto sangat mendukung dengan permintaan disampaikan Pj. Gubernur Aceh. Bahkan ia langsung memerintahkan Dirjen dan Kanwilnya supaya menuntaskan hal tersebut, terutama terkait dengan penyerahan tanah kepada mantan kombantan GAM.

“Untuk itu kita menargetkan akhir tahun ini akan tuntas. Dan saya akan hadir saat penyerahan tanah kepada 3 ribu mantan kombatan GAM. Kita juga siap untuk membantu transmigrasi lokal untuk masyarakat Aceh,” ujarnya.[](ril)