SUKA MAKMUE – Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat mengagumi Aceh. Ia mengaku sering mendengar cerita kegigihan rakyat Aceh melawan penjajah dari ayahnya. Ia berharap generasi muda dapat bangga dengan sejarah Aceh.
Hal itu disampaikan Prabowo Subianto, kala menghadiri Kampanye Akbar Calon Gubernur Aceh nomor urut 5, Muzakir Manaf (Mualem)-T.A. Khalid, di Lapangan Garuda Leupee, Simpang Peut, Nagan Raya, Kamis, 2 Februari 2017.
“Saat datang ke Aceh, saya selalu merasa pulang ke kampung saya sendiri. Keluarga saya, khususnya ayah saya sangat dekat dengan tokoh-tokoh Aceh. Beliau selalu cerita bagaimana rakyat Aceh begitu gigih melawan penjajah dan memiliki semangat tidak mudah menyerah. Anak muda bangsa Aceh harus belajar sejarah sediri, harus bangga sama sejarah Aceh,” ujarnya di hadapan ribuan massa pendukung calon yang diusung Partai Aceh (PA) itu.
Prabowo sengaja datang khusus ke Aceh untuk memberikan dukungannya kepada Mualem – T.A. Khalid.
“Saya mendukung Mualem sejak tahun 2012, bahkan kala itu saya sempat meminta agar Mualem mencalonkan diri menjadi Gubernur Aceh. Namun kala itu Mualem memilih mengalah karena ada yang lebih tua,” ujarnya.
Dalam orasi politiknya, Prabowo menceritakan kilas baik sejarahnya dengan Mualem. Termasuk kisah masa konflik, saat dirinya sebagai prajurit yang harus tunduk dan melaksanakan tugas melindungi negara.
“Mualem dulu panglima, saya juga panglima. Tidak ada di dunia, bekas lawan sekarang berangkulan sebagai saudara. Saya dulu prajurit, saya disumpah untuk melaksanakan tugas melindungi negara dan saya juga tidak mengenal Muzakir Manaf,” ucapnya.
Prabowo juga memberi komentar tentang Mualem yang berjanggut. “Saya melihat mualem, memang panglima di gunung pakai janggut/jenggot semua. Ketika bertemu, kita berdiri, kita berangkulan, maka selesai semua perselisihan. Peristiwa ini jarang terjadi di dunia. Kita beri contoh kepada Indonesia, kita perlu perdamaian untuk membangun bangsa Indonesia,” ucapnya lagi.
Jika rakyat masih percaya, Prabowo komit akan membangun Aceh menjadi mercusuar di Indonesia. Itu sebagai bentuk penghormatan untuk bangsa Aceh.
“Kita komit membangun Aceh menjadi mercusuar Indonesia. Kita juga berkomitmen akan berinvestasi di Aceh, karena Aceh bukan negeri miskin. Selama ini hanya pemimpinnya saja yang kurang amanah. Jika Mualem terpilih, saya akan hadir saat pelantikan,” pungkas Prabowo Subianto.[]



