Karya: Habil Razali
Darah syahid belum kering
Tetesannya mengalir deras
Merasuki sendi-sendi denyut nadi
Menggerakkan otot diri jiwa nanggroe
Di tanah tiga persegi
Dihimpit dusta penuh janji
Matanya kini melotot
Menatap negeri penuh janji
Sebatang rokok lagi;
Aku, kau, dia dan mereka tak lagi sepi
Pendidikan gratis hingga perguruan tinggi
Pesiar megah berdiri mengantar ke tanah suci
Perbulan kita akan digaji
Satu juta/kk sebagaimana mesti
Karena bumi kita kaya minyak bumi
Darah syahid belum kering
Semangat perjuangan belumlah mati
Perjuangan untuk anak istri
Berkoar-koar keras menamakan diri
Menyebut, bersumpah untuk rakyat
Rakyat di rumah pribadi
Rakyat anak istri
Darah syahid belumlah kering
Batu nisan syuhada belum berlumut
Ilalang belum menjulur mengelangit
Wajah-wajah mereka terpampang
Di atas pohon, tiang-tiang listrik
Sebagai penggoda kursi kekuasaaan
Darah syahid belum kering
Tetesannya mengalir deras
Membasahi pundi-pundi Rupiah
Menggerakkan otot diri jiwa nanggroe
Di tanah tiga persegi
Dihimpit dusta penuh janji.
*Habil Razali, Tinggal di Gampong Jijiem, Keumala, Pidie, Aceh. Saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Keumala, Pidie.

