LHOKSEUMAWE – Puluhan hektare tanaman padi di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe terendam setelah kawasan tersebut diguyur hujan tiga hari terakhir. Akibatnya tanaman padi rusak dan mulai membusuk.
Sebagian sawah baru saja ditanami padi, sisanya masih proses pembibitan. Semuanya terandam air hujan setinggi pematang. Bibit padi mulai membusuk dan tidak bisa ditanami lagi. Sedangkan yang baru saja tanam juga rusak, mungkin tiga hari ke depan akan layu, ujar Hamdani, petani setempat kepada portalsatu.com, Rabu, 25 Januari 2017.
Menurut Hamdani, luas sawah di kawasan itu mencapai 30 hektare, rata-rata bibit yang baru disemai masih berumur 40 hari. Petani banyak mengeluh tidak ada biaya untuk menggantikan bibit yang sudah rusak. Dinas terkait belum ada yang turun ke sini, padahal kami ingin meminta bantuan, katanya.
Hal sama juga dikatakan Rahmi, petani di Desa Blang Crum, Kandang, Kecamatan Muara Dua. Wanita paruh baya itu, hanya bisa berharap ada bantuan bibit baru dari pemerintah untuk menggantikan padi yang rusak akibat rendaman air hujan.
Rahmi meminta pemerintah melalui dinas terkait untuk mencari solusi dengan membangun irigasi agar ke depan petani tidak lagi hanya berharap dari musim hujan ketika hendak turun ke sawah. Dengan ada irigasi, warga bisa bertani dua kali dalam setahun.
Seperti di daerah lain yang ada irigasi, mereka bisa hidup dengan bertani di sawah, kalau kami di sini hanya bisa berharap ketika musim hujan saja, pungkasnya.[]
Laporan Munir



