BANDA ACEH – Seorang seniman, pecinta sejarah dan sekarang menjadi anggota DPD RI ternyata sangat mengagumi sosok seorang Ayah.
Bagi Rafli, sosok ayahnya yaitu Muhammad Isa adalah guru dan sosok seorang ayah yang sangat ia kagumi. Ia pun merasakan kesedihan yang mendalam saat ditinggal pergi oleh ayahanda yang ia cintai tersebut pada Jumat siang tadi, 22 Januari 2016.
“Ia adalah sosok ayah, sosok guru agama, guru spiritual sekaligus panutan saya,” ucap Rafli saat dihubungi portalsatu.com.
Dengan suara berat dan agak serak Rafli menceritakan mendiang ayahnya. Menurut Rafli, ayahnya tersebut sudah dua tahun sakit dan terbaring di atas tempat tidur. Namun, sosok seorang guru bagi Rafli itu tidak mengeluh sekali pun terhadap penyakit yang ia derita.
“Beliau itu tidak sedikit pun mengeluh atas penyakitnya, kalau ada tamu yang datang beliau bangun seakan tidak sakit,” kenang Rafli.
Rafli mengatakan bahwa ayahnya tersebut menderita penyakit di bagian kepala. Ia pun ikhlas dengan kepergian ayahnya tersebut.
“Pada hari Jumat beliau sudah berpulang menghadap yang Maha Kuasa,” kata Rafli.
Rafli juga menceritakan bagaimana sosok ayah menjadi guru di segala bidang dalam kehidupan Rafli. Bahkan saat senator asal Aceh ini ingin berkiprah dalam dunia politik ia harus mendapat restu dari sang ayah.
“Ketika saya ingin masuk dalam dunia politik pun beliau tetap memberikan petuah yang sangat berharga,” kata Rafli.[](tyb)



