BerandaInspirasiIslamRahasia Sapi Betina Bani Israil

Rahasia Sapi Betina Bani Israil

Populer

Rahasia Sapi Betina Bani Israil

Oleh: Taufik Sentana
Peminat stud tadabbur al Quran. Untuk Persiapan  Buku “Hidangan Maha Rahman”

Kata “Sapi Betina” ini kami ambil dari nama surat di Alquran, “albaqarah”. Ini merujuk dari tema inti dalam kandungan juz sehingga menjadi nama surat.

Surat Al Baqarah termasuk surat yang penting, ia bagai awan pelindung di terik matahari.

Secara pendekatan mu’jizat, surat Albaqarah (sapi betina) menjadi bukti bahwa tidak ada yang mampu mendatangkan surat lain untuk menandingi Al Quran, misalnya dengan menggunakan nama binatang lain.

Tantangan itu sudah berlalu 14 ribu tahun, tak ada yang bisa mendatangkan satu surat pun dengan kualitas yang sama.

Secara pribadi, studi kami untuk surat albaqarah ini belum tuntas juga sejak beberapa tahun lalu. Di antara sebab,  karena kompleksitas surat ini dan nilai kandungannya yang mengandung prosedural formal kehidupan manusia di bumi.

Banyak dimensi manusia secara psikologis dan sejarah dibahas dalam surat Al Baqarah. termasuk ideologi dan tantangan kultural sejak era kenabian Ibrahim khususnya.

Adapun “sapi betina”/Albaqarah merupakan salah satu rangkaian  tematik Al Quran dalam membangun kesadaran audiensnya (Ayat 67-70), Terutama sebagai pengingat bagi Bani Israil (sebagian menyimpang menjadi agama Yahudi dan Nasrani).

Dikisahkan bahwa sebagian ahli kitab yahudi  selalu takjub kepada Nabi Muhammad saw, ketika Sang Nabi mengetahui silsilah, sejarah dan watak mereka, yang disajikan lewat wahyu (Alquran).

Dalam kaitan dengan Kisah Sapi Betina ini akan kita uraikan singkat tentang Rahasia” tadabburnya, sebagai berikut:

  1. Materialisme

Paham kebendaan ini begitu mengakar di pikiran sadar bani israil. yaitu mengorientasikan hidupnya berdasarkan materil (mungkin karena sudah terlalu lama menjadi bangsa budak/belum merdeka).

Mental materialisme ini memang sangat kental di kehidupan Bani israil (yahudi). Bahkan mereka ingin memiliki tuhan yang bisa dilihat (kaitkan dengan kisah Samiri).

Walaupun sebagian telah diazab karena permintaan itu (dengan disambar petir), namun benih materialisme  masih keras dalam pikiran mereka dengan simbolisasi sapi betina tadi.

Lalu paham materialisme itu terus mengakar ke era modern, menjadi pintu masuk sekularisme dan nihilisme postmodern.

Maka perintah untuk menyembelih sapi betina itu bukan sekadar syarat solusi bagi peristiwa antarbani Israil (Yahudi).

namun juga sebagai penguat untuk memurnikan keimanan dan keyakinan mereka terhadap perintah (yang selalu mereka ingkari).

Karena sejauh ini mereka masih mengklaim bahwa Tuhan Musa belum menjadi Tuhan mereka. Mereka selalu menyebut, “katakan kepada Tuhanmu,  wahai Musa”. Atau, “Mintalah kepada Tuhanmu”.

Yang paling menarik, lanjutan ayat terkait penyembelihan ini ditutup dengan kalimat “Agar kamu berfikir”.

  1. Gambaran Kebangkitan setelah Kematian.

Perihal ini disampaikan dalam ayat 72-73. Yaitu tentang terbunuhnya salah seorang dari kelompok Yahudi, lalu mereka saling-tuduh tentang siapa pelakunya.

Maka turun perintah menyembelih sapi betina. Untuk kemudian dipukulkan dengan ekor (sebagian) dari tubuh sapi itu kepada si mayat, seketika sang mayat itu pun hidup dan menyebutkan orang yang telah membunuhnya.  Allah swt sengaja menunjukkan hal itu sebagai tanda kekuasaanNya tentang hari kebangkitan (akhir ayat 73)

  1. Sikap Keras Kepala

Kisah sapi betina ini ditutup dan dirangkai dengan sikap keras kepala mereka dan hati mereka yang mengeras bagai batu (lebih buruk dari batu), karena mereka mengira bahwa Allah swt tidak mengetahui yang mereka perbuat.

Hingga akhir ayat ke 82, banyak celaan  Allah swt atas mereka dengan segala nikmat dan kelebihn yang diberikan sebelumnya (ayat 40-66).

Namun  Allah masih juga sayang dan kembali mengambil janji (ayat 83-84) kepada Bani Israil, untuk menyembah Allah, berbakti kepada ibu bapak, berbuat baik kepada keluarga dekat,tetangga,anak yatim,orang miskin dan selalu berkata baik. Juga perintah untuk shalat dan zakat:  tetap mereka abaikan, kecuali sebagian kecilnya saja yang taat.

Terkait dengan serangkaian peristiwa Bani Israil ini, termasuk ingkarnya mereka terhadap ajaran Nabi Ibrahim dan  Musa, pada ayat 134, difirmankan;

Itulah umat yang telah berlaku atas apa yang mereka usahakan, dan bagimu (kita) adalah apa yang kita usahakan, Kalian (umat nabi Muhammad saw)  tidak diminta tanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan dulu”.

Demikian beberapa petikan utama tentang potongan kisah sapi betina dalam surat Al Baqarah. Moga manfaat. Wallahu A’lam.[]

*telah dikonsultasikan dengan H.Tabsyir Masykar Lc, MA, kandidat doktor Tafsir. dosen tetap STAIN Dirundeng Meulaboh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya