SIGLI – Kepala Sub (Kasub) Divisi Regional (Divre) Bulog Sigli, Kabupaten Pidie, Elmar Findra, mengatakan pihaknya terus melakukan penyaluran beras untuk keluarga miskin (raskin), meski ditemukan beras kurang baik dan tidak layak konsumsi.

“Kita terus melakukan penyaluran raskin ke masyarakat sesuai kuota yang telah diberikan pemerintah kabupaten yaitu 4 bulan. Jika ada yang mutunya kurang baik, kita akan gantikan dengan beras lain,” terang Elmar kepada portalsatu.com, Jumat, 5 Mei 2017.

Hal itu dikatakan Elmar menyikapi keluhan dari masyarakat penerima raskin di Kecamatan Pidie, bahwa beras raskin yang mereka peroleh berkutu dan dinilai tidak layak konsumsi.

“Kita berharap kepada masyarkat melalui kepala desa untuk melaporkan jika ada beras berkutu dan bercampur batu. Kita siap menggantikan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, adanya beras yang kurang bermutu bukan unsur kesengajaan dari pihaknya. Namun, kemungkinan beras yang bertumpuk di gudang itu saat dipasok ada yang basah sehingga mengumpal dan berkutu. Dia juga mengaku tidak semua beras kondisinya seperti itu.

Disinggung dari mana pasokan beras raskin untuk Pidie, Elmar mengaku beras yang saat ini disalurkan dipasok dari Pulau Jawa, karena keterbatasan beras di daerah, disebabkan petani habis panen menjual beras ke pihak swasta dengan harga lebih tinggi dari harga ditetapkan pemerintah.[]