BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues masih minim, meskipun sudah masuk pengujung tahun 2025. Bahkan ada Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) yang realisasi PAD-nya masih di bawah 20 persen.
Data dari Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Gayo Lues periode 1 Januari hingga 24 Oktober 2025, realisasi PAD Gayo Lues baru Rp47 miliar lebih atau 56 persen dari target Rp84 M.
Dari data tersebut, ada enam SKPK yang realisasi PAD-nya masih di bawah 20 persen. Yakni, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang target PAD Rp285.100.000, realisasi baru Rp13.300.000 atau 5 persen.
Lalu, Dinas Pangan dan Perikanan target PAD Rp 21 juta, realisaai baru Rp 3.094.800 atau 15 persen.
Dinas Pertanian target PAD Rp 93.700.000, realisasi baru Rp 5.500.000 atau 6 persen.
Dinas Perindustrian, Energi dan SDM, target PAD Rp 8.500.000, realisasi baru Rp 300.000 atau 4 persen.
Dinas Pariwisata, target PAD Rp 55 juta, realisasi baru Rp1 juta atau 2 persen.
Dinas Pemuda dan Olahraga target PAD Rp 20 juta, realisasi baru Rp 2.276.000 atau 11 persen.
Kepala BPKK Gayo Lues, H. Sukri, S.E., M.M., melalui Kabid Pendapatan BPKK Deddi Ardian, Selasa, 28 Oktober 2025, mengatakan pihaknya kemarin menggelar rapat dengan SKPK terkait realisasi PAD.
“Waktu rapat kemarin, ada beberapa SKPK yang memang langsung menyetorkan PAD,” katanya.
Kabid Pendapatan BPKK mengimbau kepada SKPK agar segera merealisasikan PAD sehingga mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kepada masyarakat Gayo Lues yang memiliki kendaraan agar menggunakan pelat nomor Gayo Lues, karena pajak kendaraan tersebut salah satu mata pajak yang menjadi PAD Gayo Lues,” katanya.[]




