BANDA ACEH –  SU-MPR tanggal 8 Nopember 1999 harus dikenang sebagai perlawanan Aceh terhadap ketidakadilan pemerintah RI terhadap rakyat Aceh.

Demikian kata aktivis ACSTF (Aceh Civil Society Task Force), Rizal Usman, kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Selasa, 8 November 2016.

Aktivis yang kini terlibat mengurus KKR ini mengatakan, peristiwa tersebut menjadi salah satu penentu perubahan relasi Aceh-Jakarta setelah 1999, termasuk penyelesaian konflik Aceh melalui pintu dialog.

“Generasi muda sekarang harus mensyukuri hasil perjuangan generasi muda sebelumnya. Mereka sekarang bisa hidup dalam situasi bebas dari rasa takut dan kelaparan seperti yang dirasakan generasi muda masa konflik,” kata Rizal yang pada 27-28 Oktober 2016 lalu mengikuti konferensi internasional di Istanbul, Turki.

“Jadikan spirit generasi muda masa konflik sebagai inspirasi untuk mengubah keadaan,” kata Rizal.[]