SIGLI – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Pidie mengukuhkan Tim Pemenangan PA Kecamatan Glumpang Tiga, di Gampong Cot Baroh, Senin, 26 Desember 2016. Acara itu dihadiri ribuan warga dari berbagai gampong di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

Tim pemenangan Cabup-Wabup Pidie H. Sarjani Abdullah-M. Iriawan, S.E., dan Cagub-Wagub Aceh H. Muzakir Manaf-Ir. H. T. A. Khalid, M.M., itu dikukuhkan/dilantik oleh Usman M. Yusuf, Wakil Ketua DPW PA Pidie mewakili Ketua DPW PA Pidie Sarjani Abdullah. Turut hadir calon Wabup Pidie M. Iriawan.

Tim Pemenangan PA yang dikukuhkan meliputi tim pemenangan tingkat kecamatan yang diketuai Drs. Tgk. Rahmat yang juga pengurus panitia pembangunan Masjid Teupin Raya. Juga tim pemenangan empat mukim yaitu Mukim Teupin Raya, Mukim Aron, Mukim Glumpang Minyeuk dan Mukim Lambaro dan seluruh gampong dalam Kecamatan Glumpang Tiga.

“Sekitar 300 orang dilantik menjadi anggota Tim Pemenangan PA dalam Kecamatan Glumpang Tiga,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Sagoe/Kecamatan PA Glumpang Tiga, Mahfuddin Ismail, S.Pd.I., M.A.P.

Mahfuddin menjelaskan, pengukuhan tim pemenangan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan Cabup-Wabup Pidie Sarjani Abdullah-M. Iriawan dan Cagub-Wagub Aceh Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid kepada
masyarakat. Selain itu, mensosialisasikan program-program dan visi misi calon, memberikan pemahaman dan pencerdasan politik kepada masyarakat.

“Kita tidak ingin menjual calon ‘lagei tapubloe miee lam umpang (seperti menjual kucing dalam karung)’. Yang kita jual adalah program dan visi misi calon, apalagi calon dari Partai Aceh adalah seunambong perjuangan yang telah dilakukan oleh indatu-indatu perjuangan Aceh Merdeka yang telah lalu,” kata Mahfuddin yang juga anggota DPRK Fraksi PA Pidie.

Mahfuddin melanjutkan, tugas pemerintahan di Aceh dan kabupaten/kota bukan saja menjalankan pemerintahan dan pembangunan. “Namun yang paling penting melanjutkan perjuangan atau menjalankan perjuangan politik
bangsa Aceh yaitu memperjuangan amanah MoU Helsinki dan penjabarannya dalam UU PA Nomor 11 Tahun 2006,” ujarnya.

“MoU Helsinki dan UUPA adalah pondasi awal kesejahteraan rakyat Aceh. Itu adalah aturan khusus yang telah dihasilkan dari perjuangan GAM di masa lalu,” kata Mahfuddin lagi.

Mahfuddin menyebut masih banyak butir MoU Helsinki dan turunan UUPA yang belum dijalankan oleh Pemerintah Pusat. “Oleh karenanya, PA mempunyai tanggung jawab besar untuk memperjuangkan implementasi semua butir-butir MoU tersebut,” ujarnya.

Pada acara pengukuhan/pelantikan Tim Pemenangan PA itu, panitia menyediakan kenduri besar dengan menyembelih dua kerbau dan satu sapi. Kenduri itu dinikmati bersama ribuan warga dari berbagai gampong di Kecamatan Glumpang Tiga.[](rel)