LHOKSEUMAWE – Dia adalah Riki Syahputra, remaja yang kiat mengais rezeki sebagai penjual jamu keliling. Riki yang masih berusia 16 tahun ini memiliki pola pikir yang berbeda dari anak-anak lainnya.

Dibanding bermain membuang waktu Riki lebih senang mencari uang, sudah sembilan bulan ia menjadi penjual jamu keliling. Pengaruh perekonomian keluarganya juga menjadi salah satu faktor Riki harus dapat mandiri.

Semangatnya menjadi penjual jamu keliling ini terlihat dari rautnya wajah yang ceria, ikhlas, dan sabar ketika ia menaiki sepedanya mengelilingi luasnya kota Lhokseumawe, mulai dari Hagu Barat Laut, Kampung Jawa, Pusong, Pusat Kota Lhokseumawe di Jalan Perdagangan, dan Sukaramai.

“Jamu ini dari wawak saya, wawak saya saudara saya ya yang buatnya, terus saya jual. Saya suka bantu orangtua, suka cari uang, tidak suka main-main, tidak suka buang-buang waktu, lebih bagus ya kalau cari uang saja,” kata Riki, saat ditemui di jalan Perdagangan Kota Lhokseumawe, Sabtu, 23 Januari 2016.

Hasil dari Riki berjualan Jamu digunakan sebagai uang jajan untuk sekolah, “Uang uang jajan sekolah, jadi tidak usah dikasi lagi sama orangtua, ibu saya ibu rumah tangga, bapak kerja sebagai nelayan, jualan ikan dipusong, ” ujar putra dari Dahri dan Nurhayati.

Calon dokter ini, mulai berjualan dari jam 16.00 – 18.00 WIB. Penghasilan ini Riki dapatkan setiap harinya Rp.200.000,- dan hasil penjualan ini dibagi bersama Zul merupakan pemilik yang membuat jamu ini. Selama berjualan jamu, Riki banyak mendapatkan pelanggan dari Pusat Kota Lhokseumawe, Kampung Jawa, dan Pusong.

“Ramai yang minta jamu ini, ada kakak, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak muda, langganan seringnya di Kota Lhokseumawe, Pusong, Kampung jawa,” ujar anak ketiga dari delapan bersaudara ini.

Mengayuh sepeda setiap hari tentu melelahkan, namun Riki melakukannya demi kedua orangtuanya, ia berharap pekerjannya ini mampu meringankan beban kedua orangtuanya dan dapat membantunya memenuhi kebutuhan sekolahnya hingga tamat nanti, demi menjemput cita-citanya sebagai seorang dokter.

Saat SMP 12 di Jalan Kenari, Riki  meraih penghargaan dari lomba tarik tambang, sepak bola, tingkat kabupaten, Riki melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 2 Lhokseumawe, ia aktif dalam gerakan Praja Muda Karana (PRAMUKA).

Riki juga pernah mengukir prestasi dalam lomba Kaligrafi tingkat Nasional meraih juara III pada 2014. Riki siswa cerdas yang sering berlangganan juara I dan II di kelasnya.[](tyb)