LHOKSEUMAWE –  Warga etnis Rohingnya di rumah tampungan Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, rindu akan kampung halamannya di Propinsi Arakan (Rakhin), Myanmar.

Kerinduan mereka tak seperti rindu masyarakat lainnya di seluruh penjuru dunia yang dengan bebasnya bisa pulang ke kampung halamannya kapan saja.

M. Syafiq, 23 tahun, warga Rohingnya yang saat ini ditampung di Blang Adoe, misalnya, mengaku sangat rindu kampung halamannya tapi dirinya bersama puluhan rekannya tak bisa pulang. Sebab, muslim Rohingnya tak diinginkan oleh mayoritas penduduk Buddhis maupun pemerintah Myanmar.

“Di sana tidak aman. Semua muslim Rrohingnya dibantai, ditembak. Rumah pun dibakar. Kalau balik ke sana, pasti nyawa saya pun ikut terancam,” kata Syafiq kepada portalsatu.com, Jumat 25 November 2016.

Syafiq juga bercerita dirinya sangat rindu dengan suasana kampungnya. Dirinya selama ini hanya bisa menelpon keluarganya di sana namun tak bisa mengirimkan uang, sebab tidak bekerja di Aceh.

Hal yang sama juga dikatakan Abdul Malik, dirinya mengaku di Myanmar sudah tidak aman lagi bagi Rrohingnya, di sana kebanyakan tinggal orang-orang Buddhis, sedangkan umat muslim yang ada di sana dibantai semuanya.

“Kami sudah takut pulang ke Myanmar, di sana pembunuhan massal terhadap muslim Rohingnya kerap terjadi, masyarakat muslim dipotong tangan dan lehernya, hal itu membuat kami yang berada di sini menangis dan prihatin,” sebut Abdul Malik.

Abdul Malik menyebutkan sangat sedih ketika mengingat keluarganya juga ikut dibantai. Istrinya, saudara laki-laki-dan anaknya ikut dipotong leher dan tangan.

“Kami hanya bisa berdoa supaya kampung disana bisa aman lagi, dan kami bisa kembali ke sana untuk menemui saudara kami yang masih tinggal hidup,” sebut Malik.

Saat disinggung terkait dirinya bersama seluruh Rohingnya yang ada di Aceh akan dikirim ke negara ketiga, Malik mengaku kalau dirinya tidak senang dikirim ke negara ketiga seperti Amerika Serikat.

“Kalau bisa kami tak ingin ke sana. Namun mau atau tidak ya harus pergi untuk mencari uang kirim ke kampung buat saudara,” sebut Malik.[]