LHOKSUKON – Rombongan MTsN 1 Aceh Timur menjadi yang terakhir mengikuti kegiatan Belajar Bersama Museum Islam Samudra Pasai di Aceh Utara, Sabtu, 30 Oktober 2021.
“Belajar Bersama Museum Islam Samudra Pasai tidak hanya diikuti oleh kalangan pendidik, siswa dan mahasiswa yang ada di wilayah Aceh Utara saja, tetapi juga dari Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Aceh Timur. Kegiatan BBM telah berlangsung sebanyak 56 kali, sejak 26 Juli sampai 30 Oktober 2021,” kata Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana NA., yang juga Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.
Pada hari terakhir kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM) tahun 2021, diikuti rombongan MTsN 1 Aceh Timur yang didampingi oleh Radhiah, S.Ag., Nurul Aini, S.Pd.I., dan Abdul Salami.
Mereka menyatakan rasa senang, puas, dan berterima kasih kepada pengelola Museum Islam Samudra Pasai. “Teristimewa kepada Bapak Bupati dan Kadis Dikbud Aceh Utara yang telah memberi ruang kepada kami untuk belajar sejarah Kerajaan Islam Samudra Pasai di museum ini,” ucap Radhiah.

Kegiatan BBM itu dinilai sangat bermanfaat untuk anak didik. Para pelajar dapat melihat langsung koleksi-koleksi museum dan mendapatkan pengetahuan sejarah Samudra Pasai, sehingga akan memperkuat karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Bendahara Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lhoksukon, Aceh Utara, Neni Misriana, S.Pd., mewakili Kepala K3S Lhoksukon, usai mendampingi rombongan SD Negeri 2 Lhoksukon mengikuti kegiatan BBM di Museum Islam Samudra Pasai, Senin, 26 Juli 2021.
“Tentunya ini sangat bermakna bagi anak-anak, karena mereka dapat melihat secara langsung benda-benda bersejarah yang ada di Museum Islam Samudra Pasai, dan mereka memperoleh pengetahuan sejarah tersebut,” ujar Neni Misriana yang juga Kepala SDN 2 Lhoksukon.
“Kegiatan BBM itu pembelajaran yang efektif bagi para siswa. Jadi, kita tidak hanya memberikan gambaran atau teori saja yang mereka tidak tahu bagaimana bentuk koleksi museum. Tetapi dengan belajar di museum, mereka bisa melihat langsung seperti apa wujud koleksi bersejarah tersebut. Selain itu, juga sangat membantu menambah pengetahuan kepada para dewan guru yang ikut dalam kegiatan BBM bersama siswa. Manfaat ini sudah kami rasakan khususnya bagi SD Negeri 2 Lhoksukon,” tutur Neni Misriana.[](*)



