SUBULUSSALAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Merah Sakti Kota Subulussalam, menerima bantuan senilai Rp 16.504.155.298, setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyetujui daftar usulan kebutuhan alat kesehatan RSUD Kota Subulussalam melalui program Bantuan Presiden (Banpres).
Wali Kota SUBULUSSALAM, Hai Rasyid Bangun (HRB) mengatakan bantuan tersebut meliputi 13 jenis alat kesehatan dengan total mencapai Rp 16.504.155.298 atau sekitar Rp 16,5 miliar.
“Alat kesehatan bantuan saat ini sedang dalam proses distribusi ke RSUD Kota Subulussalam,” kata HRB, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dijelaskan, adapun bantuan alat kesehatan yang disetujui meliputi meja operasi, mesin anestesi, instrumen general surgery, instrumen sectio caesarea dan electro surgical unit (ESU).
Lalu ventilator, tempat tidur ICU, patient monitor, syringe pump, infuse pump, suction pump, tempat tidur pasien serta meja periksa.
Gelombang pertama bantuan persiden datang pada Kamis 30 Oktober 2026. Berupa 50 unit tempat tidur pasien (bed pasien).
“Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Persiden bantuan Bapak Persiden sudah datang ke RSUD Subulussalam,” katanya.
Menurutnya kedatangan alat kesehatan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan sarana pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain mendapatkan bantuan melalui program Banpres, RSUD Kota Subulussalam juga memperoleh alokasi peralatan kesehatan melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).
Bantuan tersebut meliputi cathlab (kateterisasi jantung) dengan nilai sekitar Rp 8 miliar, CT Scan dan Mammografi.
Peralatan Cathlab dan CT Scan sedang dalam proses instalasi di RSUD Kota Subulussalam.
“Terimakasih Pak Menteri Kesehatan, bantuan alat pasang ring jantung sudah datang. Kami berharap pak menteri terus memperhatikan RSUD Subulussalam,” ujar HRB.
Kehadiran peralatan medis tersebut dapat memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan rujukan.[]






