BIREUEN – Peningkatan status Puskesmas Peusangan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Peusangan Raya Tipe D, menjadi angin segar bagi warga Bireuen yang berada di wilayah timur.
“Keberadaan RSUD Peusangan Raya menjadi impian warga Peusangan, namun sampai saat ini belum beroperasi, kondisi ini dapat menggangu pelayanan kesehatan masyarakat,” kata salah seorang warga Peusangan, Rahmat Setiawan kepada portalsatu.com/, Senin, 24 Februari 2025, malam.
Menurut Rahmat Setiawan, akibat RSUD Peusangan Raya yang belum beroperasi sampai saat ini, maka masyarakat setempat kesulitan mendapat pelayanan kesehatan prima.
“Rumah Sakit belum beroperasi, sementara pelayanan kesehatan di Puskesmas Peusangan yang baru juga belum maksimal, salah satunya karena belum tersedia rawat inap,” ungkap Rahmat Setiawan.
Baca juga: Dua Tahun Setelah Diresmikan, RSUD Peusangan Raya Belum Beroperasi, Mengapa?
Rahmat Setiawan meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen, agar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan RSUD Peusangan Raya.
“Coba kita bayangkan, bila warga miskin dari Peusangan harus menjalani rawat inap di RSUD dr. Fauziah, karena Puskesmas Peusangan tidak ada rawat inap, maka berapa biaya yang harus dikeluarkan keluarga pasien,” tanya Rahmat Setiawan.
Rahmat Setiawan telah mengajukan permohonan informasi publik kepada Dinas Kesehatan Bireuen, terkait peningkatan status Puskesmas Peusangan menjadi RSUD.
“Bila permohonan dan permintaan ini tidak segera ditanggapi serta tidak dilakukan pembenahan, maka dalam waktu dekat akan kita surati Ombudsman dan BPK untuk melakukan investigasi, baik dugaan maladmistrasi atau pengelolaan keuangan,” pungkas Rahmat Setiawan.[](A. Halim)




