LHOKSEUMAWE – Rumah saudara kakek P Ramlee di Paloh Puneung, sudah dibongkar, dan dibagun rumah sewaan, sebagaimana terlihat pada Selasa, 13 September 2016.

Hal itu disebabkan pemilik rumah, yang merupakan anak dari saudara kandung kakek P Ramlee, telah meninggal dunia.

Selama ini, para pengunjung dari dalam dan luar negeri, terutama dari Malaysia, setiap tahun mengunjungi rumah tersebut, sekedar bertukar cerita.

P Ramlee adalah bintang film, penyanyi, penulis skenario, dan musisi yang berkarya dan berjaya di Malaysia. Ayahnya bernama Puteh, seorang nelayan dari Paloh Pineung, Lhokseumawe.

Di tengah puncak karirnya, pihak pembesar film di Hongkong meminta P Ramlee untuk bergabung, namun ia menolak karena ingin memajukan fim Melayu di Kuala Lumpur. 

Akan tetapi, rencana P Ramlee untuk memajukan film Malaysia terbentur karena penguasa setempat tidak mendukungnya. Ia pun menulis lagu “Airmata di Kuala Lumpur”, lagu terakhirnya.

Dan ia pun meninggal dunia dalam keadaan sakit dan miskin. Istrinya, Saloma bahkan kesulitan mengurus pemakamannya.

Setelah itulah, Malaysia dan dunia terkejut, Malaysia baru mengangkat semua karat P Ramlee, memutar lagu dan filmnya sepanjang tahun, rumah dan makamnya jadi tempat penting untuk dikunjungi. 

Begitulah, terkadang, bahkan sering, seniman dan karyanya dihargai setelah sang seniman pergi untuk selama-lama.[]