BANDA ACEH – Sepanjang triwulan pertama tahun 2017, Lembaga Pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) mendapat sumbangan 500 bahan bacaan dari berbagai kalangan. Baik dari dalam mau pun dari luar Aceh.

Hal tersebut diungkapkan Pendiri RUMAN, Ahmad Arif, seusai pelaksanaan edisi ke 107 wisata baca gratis MIBARA (minggu baca rame-rame) di lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada hari Minggu (2/4/2017) siang .

Bahan bacaan tersebut, tutur Arif, disumbangkan oleh beragam kalangan dengan jumlah yang beragam pula. Semuanya disumbangkan secara sukarela.

“Semuanya berjalan secara sukarela, natural, tanpa proposal. Ada pula yang menitipkan uang tunai, lalu tim RUMAN yang membelikan bacaan yang dibutuhkan”, ujar Arif.

Dari segi domisili penyumbang, lanjut Arif, selain warga Banda Aceh dan Aceh Besar. Ada juga dari Kalimantan Timur, Jogjakarta dan JABODETABEK. Bahkan, ada warga Aceh yang berdomisili di Abu Dhabi yang memesankan buku ke penulisnya agar dikirimkan ke RUMAN.

“Yang teranyar adalah donasi bacaan dari Direktur Ekskutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (PERLUDEM). Pula ada dari pasangan suami istri, analis hubungan internasional dan cerpenis”, ungkap Arif.

3.345 Bacaan Dipinjam

Bacaan sumbangan tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat luas secara gratisan melaui 3 proram RUMAN. Pertama, wisata baca MIBARA (minggu baca rame-rame) setiap pagi Minggu di Blang Padang. Konsep MIBARA telah diduplikasi oleh 7 komunitas di Aceh.

Kedua, program pustaka komunitas di base camp RUMAN yang dibuka setiap hari. Ketiga,  program rumah pustaka yang telah tersebar pada 26 titik di 7 Kabupaten/Kota se Aceh.

“Sebanyak 3.345 bahan bacaan yang dipinjam gratisan oleh 917 pengunjung wisata baca MIBARA sepanjang Januari hingga Maret 2017. Terima kasih kami haturkan kepada semua sahabat yang telah dan masih terus bersaham dalam khidmah RUMAN”, tutur Arif sembari tersenyum.

Sebagai informasi, RUMAN akan genap berusia 4 tahun pada 8 April 2017. Saat ini, RUMAN memiliki Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang digratiskan bagi anak-anak keluarga dhuafa. Juga ada bimbingan belajar setiap Senin – Rabu. RUMAN juga pernah menggelar tebar sarapan untuk penyapa jalan (TESA PELAN), kita sahabat Rohingya dan kursus menjahit.[]