Kampanye tentang keselamatan bagi pengemudi mobil amat giat dilancarkan.
Salah satu bentuknya berupa ajakan agar para pengemudi menggunakan sabuk ketika berkendaraan. Ajakan itu, antara lain, dituliskan pada kain rentang yang dipasang di berbagai tempat ramai agar segera terlihat orang banyak. Salah satu di antaranya seperti berikut.
Anda ingin selamat? Gunakanlah sabuk keselamatan!
Kalimat itu seakan-akan menyiratkan bahwa sabuk keselamatan dapat menjamin keselamatan pemakainya. Pada contoh itu penggunaan istilah sabuk keselamatan tidak tepat. Tempat duduk di pesawat terbang juga dilengkapi sabuk seperti itu, tetapi sabuk itu disebut sabuk pengaman, seperti tertera pada pengumuman berikut.
Kenakan sabuk pengaman dan berhentilah merokok.
Berbeda halnya dengan ungkapan utamakan keselamatan yang dapat berpadanan dengan ungkapan asing safety first. Ungkapan utamakan keselamatan biasa dipampangkan atau dipajang di gedung-gedung atau bangunan yang sedang dikerjakan. Hal itu dimaksudkan untuk mengingatkan para pekerja agar berhati-hati jangan sampai bangunan itu mengancam jiwa mereka. Dalam konteks seperti itu, kita masih dapat mempertahankan bentuk utamakan keselamatan, bukan utamakan keamanan.
Seorang pengemudi yang mengenakan sabuk pengaman belum tentu selamat apabila terjadi kecelakaan. Bahkan, sabuk pengaman itu dapat tercabik-cabik dan hancur berantakan. Oleh karena itu, istilah sabuk keselamatan perlu dipertimbangkan. Sabuk pengaman hanya mengamankan pemakainya, tidak menjamin pemakainya pasti selamat.
Istilah sabuk pengaman sejalan dengan satuan pengaman (satpam), jaring pengaman, helm pengaman, kursi pengaman (bagi pilot), dan kunci pengaman (biasanya dipasang pada kemudi mobil atau kemudi motor).[]
Sumber: Badan Bahasa

