LHOKSEUMAWE – Para santri Dayah Darul Mujahidin menggalang dana di kawasan Simpang Empat Kota Lhokseumawe, Rabu, 18 Januari 2017. Penggalangan dana itu untuk “Aksi Bela Ulama” atau “Aksi 201 (20 Januari)”.

“Untuk biaya transportasi besok sore (Kamis) berangkat ke Banda Aceh. Pada hari Jumat lusa ada Aksi Damai Bela Ulama di sana dengan tuntutan stop diskriminasi terhadap ulama. Selain itu, tuntutan agar dicopot Kapolda Jawa Barat juga disampaikan nantinya,” kata Pimpinan Dayah Darul Mujahidin Lhokseumawe Teungku Muslim At-Tahiry kepada portalsatu.com melalui pesan singkat, Rabu sore.

Teungku Muslim yang juga Ketua FPI Aceh menyebutkan, “Aksi Bela Ulama” diawali dengan menggelar doa bersama untuk bangsa di makam Syiah Kuala.

“Awalnya kami melakukan doa bersama di makam Syiah Kuala, kemudian selesai shalat Jumat aksi akan berlanjut di depan kantor DPRA dan long march ke Mapolda Aceh,” ujar Muslim.

Muslim mendesak penegak hukum agar menegakkan hukum dengan adil, jangan memihak pihak tertentu. “Kenapa penista agama belum di penjara, tapi ulama mau dicari-cari kesalahannya. Kami perlu sampaikan, kalau mau penjarakan Habib Rizieq (Imam Besar FPI), langkahi dulu mayat kami,” tegasnya.[]