ACEH UTARA – Dusun Sarah Raja Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, tidak dapat dijangkau dari jalur darat hingga Kamis, 4 Desember 2025. Distribusi bantuan untuk masyarakat korban banjir bandang di dusun pedalaman yang terisolir itu harus menggunakan airdrop atau dari udara.

Rombongan Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran menggunakan trail dan truk reo membawa bantuan harus berjibaku dengan lumpur dan material sisa banjir saat melintasi jalan menuju Sarah Raja.

“Kondisi saat ini [di Sarah Raja] memprihatinkan, selain rumah dan harta benda mereka hancur lebur. Lahan ladang dan sawah sebagai mata pencaharian warga juga ludes tak tersisa terbawa arus banjir,” ujar Danrem Ali Imran, Kamis (4/12).

[Kondisi Dusun Sarah Raja pada Kamis, 4 Desember 2025. Dusun pedalaman itu diterjang banjir bandang pada Rabu, 26 November 2025. Foto: Penrem Lilawangsa]

Para korban bencana alam itu sangat menderita. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

“Hari ini kami hadir untuk melihat langsung perkembangan kondisi yang sebenarnya terjadi. Banyak saudara kita di sini masih kesusahan demi bertahan hidup,” tuturnya.

Danrem menyebut distribusi bantuan logistik untuk masyarakat di kawasan terisolir harus dengan airdrop atau dari udara menggunakan helikopter.

“Upaya ini bisa mengurangi penderitaan mereka terkait kebutuhan pokok, evakuasi, dan logistik. Terutama karena laporan menunjukkan banyak daerah pedalaman dan terisolir di Aceh Utara belum bisa dijangkau,” pungkas Danrem.

[Prajurit TNI menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di Dusun Sarah Raja, Kamis, 4 Desember 2025. Foto: Penrem Lilawangsa][]