JANTHO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Besar rencananya akan melakukan kegiatan penambalan jalan berlubang sepanjang 100 kilomter di Aceh Besar dalam waktu 1×24 jam nonstop dengan berjalan kaki.
Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto melalui Kasat Lantas, Iptu Sandy Titah Nugraha mengatakan, kegiatan yang rencananya akan memecahkan rekok Museum Rekor Indonedia (Muri) ini, merupakan rangkaian dalam memeriahkan HUT Sat Lantas ke-62.
“?Sat Lantas Polres Aceh Besar yang didukung oleh PT Lhoknga Beton dibawah bimbingan MURI akan melaksanakan kegiatan menambal lubang dengan berjalan kaki sejauh 100 kilometer dengan waktu tempuh 1×24 jam, dari jalur lintas perbatasan kabupaten Pidie hingga perbatasan Aceh Jaya non-stop,” ungkapnya saat dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, 21 September 2017.
Adapun tujuan kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan melalui perbaikan atau penambalan jalan berlubang. Selain itu, dijelaskannya kegiatan ini sebagai bentuk ingin menunjukkan kepada publik bahwa kepolisian lalu lintas telah mengabdi kepada masyarakat baik siang atau malam tanpa lelah selama 62 tahun.
“Dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) kepada masyarakat,” jelas Iptu Sandy.
?”Kegiatan ini dilaksanakan dan rencananya akan dilepas langsung oleh Kapolres Aceh Besar beserta forkopimda Aceh Besar, pada Sabtu (23/9/2017) nanti dan disambut di titik finis terakhir pada hari Minggu (24/9/2017) oleh masyarakat beserta forkopimda dan unsur stakeholder terkait Aceh Besar,” jelasnya lagi.
?Dia juga berharap di HUT Sat Lantas kali ini, kedepannya masyarakat dapat memberikan dukungan kepada kepolisian lalu lintas di seluruh Indonesia, khususnya Sat Lantas Polres Aceh Besar
Agar dapat menjadi polisi yang membanggakan serta mengayomi masyarakat.
“Kita juga meminta masyarakat untuk dapat menyaksikan kegiatan ini dalam berjuang memecahkan rekor MURI dengan berkumpul bersama di titik finish yang telah ditentukan,” tambahnya.?
Rencananya kegiatan penambalan jalan ini akan dimulai dari Pasar Seulimeum, sekira pukul 09.00 WIB Sabtu pagi, hingga kaki Gunung Grutee besoknya pada jam yang sama.[]

