MATARAM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Demokrat Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Partai Demokrat tetap konsisten dalam penegakan hukum di Indonesia, serta tetap konsisten mempertahankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Ada dan tidak ada kader yang terlibat korupsi, Demokrat tetap konsisten dan gigih mendukung penegakan hukum dan pemerantasan korupsi, mendukung KPK,” kata SBY saat membuka Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat di Hotel Lombok Garden, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin, 8 Mei 2017.

Presiden ke-6 Republik Indonesia itu mengatakan, Partai Demokrat menolak dan tidak setuju angket DPR terhadap KPK.

“(Hak angket) Itu berbahaya dan sekaligus bisa mengganggu tugas-tugas KPK. Banyak cara untuk mengawasi KPK, karena KPK-pun bisa juga salah. Semua pihak bisa punya banyak cara untuk mengawasi KPK dan penegak hukum yang lain,” jelas SBY.

Untuk itu kata SBY, atas hak angket DPR tersebut Partai Demokrat tidak ikut bertanggungjawab.

“Demokrat tidak akan mengambil bagian dalam hak angket tersebut,” demikian kata SBY.[]