SIGLI – Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Pidie langka sejak sebulan terakhir. Akibat sulit didapat terjadi lonjakan harga hingga Rp30 ribu pertabung.
Kondisi tersebut mendapat reaksi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Anwar Sastra Putra alias Bulek. Dia meminta Pj. Bupati melalui dinas terkait mencari tahu penyebab kelangkaan gas melon 3 kg. Jangan hanya menonton saat rakyat kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak.
“Kami minta kepada Pj. Bupati melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM turun ke lapangan mencari tahu penyebab hingga gas langka. Bila perlu panggil distributor dan pengusaha pangkalan gas elpiji,” tegas Bulek kepada portalsatu.com/, Senin, 21 Oktober 2024.
Bulek menyatakan kelangkaan gas elpiji harus mendapatkan perhatian serius, karena itu merupakan kebutuhan rakyat kecil. Apalagi saat ini warga sangat membutuhkan gas untuk menghadapi tradisi kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Pemerintah harus cari tahu penyebab kelangkaan. Apakah ada permainan dari para agen dan pangkalan untuk meraup keuntungan lebih banyak. Jika ini benar maka rakyat miskin menjadi korban," ungkap kader Partai Aceh (PA) ini.
Pantauan portalsatu.com/, puluhan warga umumnya para emak-emak, terlihat antre di sejumlah pangkalan gas elpiji. Mereka rela antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu tabung gas 3 kg.[](Zamahsari)


