LHOKSEUMAWE- Sekelompok mahasiswa Universitas Malikusaleh (Unimal) memblokir pintu utama Kampus Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu, 23 November 2016, sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, ratusan mahasiswa lainnya yang hendak masuk untuk mengikuti perkuliahan terpaksa harus “berjemur” di bawah terik matahari menunggu pintu gerbang terbuka.

Informasi dihimpun portalsatu.com di lokasi, aksi itu dipicu ulah seorang mahasiswa melontarkan kata-kata kotor yang menyinggung sejumlah mahasiswa lain di sekitarnya, kemarin. Sekelompok mahasiswa kemudian melakukan aksi protes, pagi.

“Kami kesal dengan seorang oknum mahasiswa yang mengeluarkan kata-kata kotor kemarin saat pelaksanaan Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Malikussaleh (Pemira BEM) Unimal di Kampus Bukit Indah,” kata salah seorang dari sekelompok mahasiswa tersebut.

Menurut mereka, oknum mahasiswa itu tidak beretika. “Kami minta pihak rektorat menyelesaikan permasalahan ini, apalagi yang disampaikan mahasiswa itu telah melukai hati kami sebagai mahasiswa Aceh,” ujar sumber dari sekelompok mahasiswa yang memblokir pintu masuk kampus itu.

Pembantu Rektor III Unimal Dr. Anwar saat menjumpai mahasiswa yang berorasi itu mengatakan akan menindaklanjuti laporang yang telah disampaikan malam tadi.

“Saya akan mencoba menangani laporan tersebut. Jika terbukti dia melakukan penghinaan atau mengeluarkan kata-kata kotor akan kami berikan sanksi,” kata Anwar didampingi Kabag Kemahasiswaan, Syarifuddin.

Anwar menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum bisa bertemu dengan mahasiswa yang diduga melakukan penghinaan itu.

“Kami telah mencarinya, tapi belum dapat di mana posisi terakhirnya sekarang. Jika nanti sudah ketemu kami akan panggil,” ujar Anwar.

Sekelompok mahasiswa itu tetap tidak dapat menerima pernyataan PR III. Mereka meminta agar kasus itu diselesaikan secepatnya.

Sekitar pukul 12.21 WIB, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman tiba di lokasi pemblokiran pintu kampus itu. Hendri meminta mahasiswa agar tidak melanggar ketertiban umum dalam melakukan demonstrasi.

“Demonstrasi silakan saja, asal jangan mengganggu ketertiban umum. Kalau memblokir pintu gerbang begini sangat mengganggu dan tidak boleh,” ujar Hendri.

Ia meminta mahasiswa membuka pintu gerbang dan menyilakan berorasi di halaman Kampus Bukit Indah. Setelah bernegosiasi antara pendemo dengan pihak rektorat yang difasilitasi Kapolres, disepakati bahwa penentuan atas kasus tersebut akan disampaikan tepat pada pukul 20.00 WIB malam nanti. Sekelompok mahasiswa kemudian membubarkan diri.

Sumber portalsatu.com menceritakan awal kejadian tersebut. Sekitar pukul 16.30 WIB kemarin, di Kampus Bukit Indah terjadi kericuhan oleh sekelompok mahasiswa. Hal itu terpicu ketika sekelompok mahasiswa hendak memarkir sebuah mobil yang bagian depannya bertuliskan ‘Kuta Pase’ tak jauh dari tempat pemungutan suara (TPS) Pemira BEM Unimal.

Ketika mencoba memundurkan mobil, mahasiswa yang duduk dekat mobil tersebut, tidak bersedia bangkit atau pindah. Tiba-tiba salah seorang dari mahasiswa yangs edang duduk itu diduga menyebutkan kata-kata tidak senonoh. Mendengar kata-kata itu,mahasiswa yang berada dalam mobil itu marah dan mengejar si mahasiswa yang berkata kotor tadi. Namun dia selamat setelah dilarikan oleh temannya dari lokasi itu.

Setelah insiden tersebut, pemungutan suara pun berubah menjadi ricuh. Sekelompok mahasiswa itu lagi-lagi mencari mahasiswa yang berkata kotor tadi.

“Aturannya penghitungan suara untuk TPS yang di Bukit Indah tetap di situ. Namun keadaan yang memanas tidak mungkin dilanjutkan di situ dan terpaksa untuk dihentikan. Kemudian, untuk penghitungan suara diteruskan di ACC Cunda, Lhokseumawe,” kata M. Ali, Ketua DPM Unimal di lokasi penghitungan suara malam tadi.[]