BANDA ACEH – Medical Tourism menjadi salah satu tujuan warga Aceh yang berkunjung ke Malaysia, khususnya Kota Penang. Tingginya animo warga Aceh yang berlibur dan berobat ke Malaysia juga dipengaruhi jarak tempuh yang hanya satu jam perjalanan menggunakan pesawat.
Hal ini disampaikan Direktur Tourism Malaysia Medan, En. Azhari Haron, saat jumpa pers dengan awak media di Hermes Pallace Hotel Banda Aceh, Kamis, 24 November 2016 siang.
Pada kesempatan yang sama, Tourism Malaysia turut meluncurkan Seminar dan Diskusi Malaysia Travel Mart & Busines Presentation dengan mengundang sejumlah pelaku usaha di bidang travel lokal, untuk berbagi informasi serta menjalin hubungan yang lebih erat guna mengembangkan pariwisata di kawasan.
“Orang-orang Malaysia itu kebanyakan orang Islam, orang Melayu, serumpun satu bangsa, satu lagi orang-orang Melayu itu, orang Malaysia dia suka halal. Malaysia juga menganggap Aceh ini sebagai Serambi Mekkah, semua sempurna, baik makanan dan segalanya,” ujar En. Azhari Haron.
Dia mengatakan alasan tersebut pula pihaknya menyasar Aceh untuk mempromosikan wisata di negaranya. Pada dasarnya, kata En. Azhari Haron, pariwisata sangat erat kaitannya dengan shopping. Azhari juga memaparkan bahwa pasar Indonesia merupakan pasar kedua terbesar dari kedatangan turis asing ke Malaysia setelah Singapura.
“Keseluruhan untuk shopping bermula dari Januari hingga Juni 2016 sebanyak 509 juta Ringgit. Itu enam bulan pertama,” katanya.
Sementara pendapatan dari sektor medis mencapai 1,690 juta Ringgit selama Juni 2016. Dia mengatakan karena itu sektor medis mendapat perhatian serius pihaknya untuk menjaring wisatawan ke Malaysia.
“(Orang sakit) tidak pergi seorang, pasti ada pengikutnya,” kata Azhari.
Menurutnya orang-orang yang mendampingi pasien inilah kemudian tertarik berbelanja di negara Malaysia, baik untuk kebutuhan sehari-hari selama berada di sana maupun untuk cinderamata kepada kerabat di negara asal.
Kepada awak media, Azhari juga mengatakan Malaysia terus meng-upgrade teknologi medis untuk menarik minat wisatawan mancanegara berobat ke negara tersebut. Namun, pihaknya tidak memonopoli wisatawan mancanegara untuk berobat di rumah sakit milik Kerajaan Malaysia.
Berdasarkan data yang dirilis Malaysia Tourism menyebutkan Malaysia berhasil meraup pendapatan sebesar 69,1 miliar Ringgit, dari total kedatangan wisatawan mancanegara pada 2015 sebanyak 25,72 juta Ringgit. Khusus untuk sektor perbelanjaan, negara Malaysia mendapatkan devisa negara sebesar 21,6 miliar Ringgit atau 31.3 persen dari jumlah keseluruhan pendapatan pelancong tersebut.
Sebenarnya, selain Penang, Malaysia juga memiliki Kuala Lumpur yang juga menawarkan berbagai tempat menarik untuk berlibur dengan fasilitas-fasilitas perobatan yang canggih dan modern. Kota di Malaysia ini juga memiliki beberapa resort dan tempat-tempat perbelanjaan terkenal, sehingga masyarakat bisa berobat sambil berekreasi.
Malaysia juga memiliki destinasi wisata yang dapat dinikmati masyarakat Aceh seperti Malaka, Negeri Sembilan, dan Johor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi, menyambut baik kegiatan yang digelar Tourism Malaysia ini. Menurut Reza hal ini juga dapat memperkenalkan Aceh ke Malaysia.
“Secara positifnya, para travel agen memiliki jaringan yang luas. Harapan kita travel Malaysia yang hadir hari ini juga dapat menjual Aceh di Malaysia,” katanya.[]





