BANDA ACEH – Dua pemuda bergaya seperti anak punk dilaporkan diamankan oleh polisi yang menggelar razia Operasi Simpatik di Jalinteng Sumatera, Kecamatan Saling, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan. Pasalnya, mereka kedapatan menyimpan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di Aceh, bendera itu juga kerap disebut bendera Bintang Bulan.

Dikutip dari Sriwijaya Post (Sripoku.com), Selasa, 15 Maret 2016, kedua pemuda itu Dayat bin Marno, 24 tahun, warga asal Bogor, dan Dudi bin Aji Rahmat, 20 tahun, warga Banten.

Kedua pemuda itu mengaku dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing setelah pergi ke Lhokseumawe. Menurut Dayat, ia dan Dudi mengendarai motor Vespa modifikasi dengan memasang bendera GAM. Bendera itu, kata dia, diperoleh dari salah seorang pemilik tambal ban di Lhokseumawe.

“Kami dikasih orang pemilik tambal ban di Lhokseumawe,” ungkap Dayat seperti dikutiup Sripoku.com. “Kami kira itu bendera biasa,” ungkapnya.

Berdasarkan gambar/foto yang ditampilkan dalam berita ditayangkan Sripoku.com, selain bendera GAM, ada pula selembar bendera Partai Aceh (PA).

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Empatlawang, AKBP Rantau Inur Eka mengatakan keduanya masih didalami tujuan membawa bendera ini. “Mereka masih kami dalami apa tujuan dan maksud mereka membawa bendera ini di perjalanan,” ungkap Rantau. (Baca: Anak Punk Kedapatan Bawa Bendera Gerakan Aceh Merdeka)[] (idg)