LHOKSEUMAWE – Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A Jalil, menjawab pernyataan sikap yang disampaikan oleh mahasiswa di Lhokseumawe dan Aceh Utara, dalam aksi bela rakyat 121 di depan Kantor DPRK setempat di Lhokseumawe, Kamis 12 Januari 2017.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya sehingga kami tidak terlelap. Kita akan sama-sama berjuang untuk kondisi dan situasi kesejahteraan terhadap bangsa kita di Indonesia, khususnya di Aceh tidak seperti ini lagi,” kata Ayahwa, sapaan akrab ketua dewan di depan seratusan mahasiswa yang berdemo.

Ayahwa menyebutkan anggota dewan memang ditugaskan dan dipilih oleh rakyat, maka mereka akan siap menyampaikan segala aspirasi rakyat kepada DPR RI dan MPR RI.

“Kami  meminta waktu selama satu minggu untuk menyampaikan usulan rakyat Aceh ke Jakarta. Ini komitmen kami, mahasiswa silahkan buat petisi agar kami bisa memberikannya langsung ke Dewan di Senayan, Jakarta,” sebut Ayahwa.

Ayahwa menyebutkan dalam dua atau tiga hari  ke depan pihaknya akan duduk dengan Forkopimda, dan akan mengusulkan kepada pemerintah pusat  untuk distabilkan kembali ekonomi di daerah Aceh. “Kami ingin musyawarah juga dengan perwakilan mahasiswa, untuk duduk dan menanggapi terhadap penyataan tentang hajat hidup dari rakyat di Aceh, yang penting bangsa kita jangan dirugikan, dan semuanya kembali stabil,” sebut Ayahwa.

Amatan portalsatu.com, setelah ketua DPRK menanggapi aspirasi mahasiswa, lantas dirinya memerintahkan para perwakilan mahasiswa Aceh Utara dan Lhokseumawe membuat sebuah pernyataan beserta tandatangan termasuk Ketua Dewan untuk diteruskan ke DPR RI di Jakarta dengan tembusan Gubernur Aceh, DPR Aceh dan Bupati Aceh Utara.

Selang beberapa saat, kondisi mahasiswa yang sempat ricuh berhenti sejenak saat memasuki azan Zuhur. Setelah itu, mahasiswa pun beranjak pergi dari gedung Aceh Utara dan kemudian melanjutkan aksinya ke Dewan Kota Lhokseumawe dengan pengawalan ketat dari personel Polres Lhokseumawe.

Mahasiswa yang melakukan aksi damai bela rakyat sempat mengancam akan mendobrak pintu Gedung DPRK Aceh Utara, apabila ketuanya tidak mau menemui mereka. Namun, setengah jam kemudian, Ismail A Jalil tiba di DPRK dari Lhoksukon dan langsung menemui massa.[]