SIGLI – Sebanyak 26 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pidie dialihkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Launching Integrasi BLUD Puskesmas dilaksanakan di Oproom Kantor Bupati Pidie, Senin, 26 Februari 2024.

Launching BLUD Puskesmas yang berada di 23 kecamatan di Kabupaten Pidie dilaksanakan bersama Kementerian Kesehatan dan Forkopimda Kabupaten Pidie, dihadiri para kepala dinas dan seluruh kepala Puskesmas.

Pj. Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, berharap dengan launchingnya BLUD Puskesmas dapat mengelola kegiatan melayani masyarakat secara terpadu sehingga tidak ada yang mengeluh terhadap pelayanan kesehatan.

“Pengelolaan sistem kesehatan memerlukan sinergi, kolaborasi, dan jejaring kemitraan yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Strategi global pelayanan kesehatan berfokus pada individu (people centred), terintegrasi guna mewujudkan pelayanan yang lebih komprehensif, responsif dan terjangkau untuk mengatasi beragam kebutuhan kesehatan yang diperlukan masyarakat,” kata Pj. Bupati.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan pentingnya Pelayanan Kesehatan Primer dan Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas, sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang dimulai dari tingkat bawah, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga Puskesmas.

Dia berharap dengan kemandirian Puskesmas di Kabupaten Pidie dapat mengoptimalkan penanganan kesehatan terutama penanganan angka stunting yang masih tinggi.

“Kita berharap Puskesmas bekerja sama dengan Pustu dan kader Posyandu di level desa untuk mencegah angka stunting,” ujar Maria.[](Zamahsari)