TAKENGON Plt Gubernur Aceh, Soedarmo, mengajak masyarakat di Aceh Tengah untuk memberikan suara secara menyeluruh untuk pasangan calon terbaik, menurut hati nurani masing-masing. Pesan ini disampaikannya saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, Forkopimda, Panwaslih, KIP dan pasangan calon kepala daerah Aceh Tengah, di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Kamis, 12 Januari 2017 malam.
Ini ada dua, yang pertama memilih karena hati nurani, yang kedua memilih karena kepentingan-kepentingan, ini yang tidak kita harapkan karena ini menyangkut pemilihan pemimpin 5 tahun ke depan, kalau perlu kita salat istikharah agar mendapat petunjuk siapa yang terbaik, kata Soedarmo.
Plt. Gubernur Aceh juga meminta Komite Independen Pemilihan dan Panwaslih agar menjaga amanah yang sudah ditetapkan untuk menciptakan pilkada damai, demokratis dan berintegritas.
KIP dan Panwaslih memiliki peran penting karena sukses dan tidak suksesnya pelaksanaan pilkada merupakan tugas dari KIP dan Panwaslih, kata Soedarmo.
Soedarmo juga sangat mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Aceh Tengah terutama aparat sipil negara, karena sampai saat ini belum ada laporan terkait ketidaknetralan aparatur sipil negara di kabupaten tersebut. Menurutnya Pilkada akan sukses apabila penyelengaraannya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, pasangan calon dan tim pendukungnya harus mampu menjaga keamanan dan ketertiban dalam melaksanakan proses pilkada.
Aparat keamanan juga harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan pilkada nanti, ini yang saya harapkan, kata Soedarmo.
Soedarmo juga berpesan kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah untuk terus menjaga kondisi yang sudah berjalan saat ini.
Saya sangat mengapresiasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah karena sampai saat ini tidak ada gejolak-gejolak yang mengarah ke tindakan-tindakan anarkis atau yang merugikan masyarakat, ujar Soedarmo.
Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menyampaikan, Pilkada bukan perang senjata tapi perang program. Siapa yang bisa memberikan program yang dapat mensejahterakan masyarakat, itu pasti akan dipilih.
Jangan ada intimidasi, bakar-bakar, ribut-ribut, berkelahi, tembak-menembak, itu semua sudah lewat masanya, kita semua komit agar pilkada di Aceh nanti berlansung aman dan damai, ujar Pangdam.[]

