TAPAKTUAN – Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI (Purn.) Soenarko mengaku menyesal telah melakukan kerja-kerja politik memenangkan pemimpin Aceh sekarang ini saat Pilkada 2012. Untuk “menutupi” perasaan telah berdosanya tersebut kepada rakyat Aceh, kini ia memilih mendukung Irwandi Yusuf pada Pilkada 2017.

“Beberapa waktu lalu saya dipanggil oleh teman-teman saya orang Aceh. Mereka mengatakan terjadinya kemerosotan ekonomi rakyat Aceh sekarang ini tidak terlepas dari peran atau andil saya karena telah mendukung pasangan pemimpin Aceh sekarang ini. Lalu saya jawab, saya mengakui hal itu, tapi untuk menutupi kesalahan dan kekhilafan itu, ayo kita sama-sama bekerja memenangkan calon Gubernur Aceh yang dinilai lebih mampu meningkatkan perekonomian rakyat Aceh dan dia itu adalah Bapak Irwandi Yusuf,” kata Soenarko dalam orasi politiknya pada acara pelantikan tim relawan pemenangan pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, di Samadua, Aceh Selatan, Jumat, 18 November 2016.

Menurut purnawirawan jenderal bintang dua ini, selaku putra Aceh dia merasa bertanggung jawab penuh atas kondisi kemerosotan perekonomian rakyat Aceh seperti terjadi sekarang ini. Bahkan, kata dia, tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh yang sebelumnya sudah mulai berkurang secara rata-rata nasional, tapi berdasarkan data terakhir kembali meningkat.

“Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan bahwa nama saya boleh seperti nama Jawa, tapi pada dasarnya saya adalah orang Aceh asli. Memang bapak saya orang Jawa yang merantau ke Gayo, lalu menikah dengan ibu saya asli orang Gayo. Karena itu, selaku orang Aceh asli saya merasa bertanggung jawab untuk memajukan Aceh. Saya rela meninggalkan sisi kenyamanan saya menikmati masa pensiun di Jakarta, lalu pulang kembali ke Aceh bekerja memenangkan Irwandi Yusuf,” ujarnya.

Menurut Soenarko, satu-satunya cara untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Aceh adalah harus dipimpin gubernur cerdas. Dan dari enam kandidat yang bertarung sekarang ini, Soenarko menilai sosok Irwandi Yusuf  berpasangan dengan Nova Iriansyah yang mampu mengembalikan kemajuan perekonomian rakyat Aceh tersebut.

Soenarko menegaskan, dalam mengambil sikap politiknya tersebut bukan tanpa rintangan dan tantangan. Sebab dia yang sebelumnya duduk dijajaran pengurus dewan Pembina Partai Gerindra, rela meninggalkan jabatan tersebut demi untuk mendukung serta memenangkan Irwandi Yusuf menjadi Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang.

“Karena partai tempat saya bernaung mendukung calon Gubernur Aceh yang tidak sesuai dengan pilihan hati saya, maka saya memilih siap mundur demi untuk mendukung calon pemimpin yang saya nilai mempunyai kemampuan sesuai bidangnya. Saya siap untuk itu,” tegasnya.[]

Laporan Hendrik