SUBULUSSALAM – Akibat kemarau panjang melanda wilayah Kota Subulussalam sejak dua bulan terakhir menyebabkan banyak sumur kekeringan.

“Selama kemarau ini sumur kami kering, kami terpaksa pergi ke sungai untuk mandi dan menyuci pakaian,” kata Linda, salah seorang warga Kampong  Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam kepada portalasatu.com, Sabtu, 22 Juli 2017.

Ia mengatakan, selain rumahnya, sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan kondisi yang sama. Apalagi ini sudah terjadi sejak sepanjang bulan Ramadan lalu sampai sekarang.

“Pascalebaran sempat ada hujan beberapa kali, setelah itu kembali lagi kemarau. Sumur warga sebenarnya sudah tergolong dalam 6-7 meter, cuma itu tadi, daerah kami susah dapat air jika kemarau,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Butet warga Simpang Kiri. Air sumur hanya bisa digunakan untuk menyuci piring. Sementara untuk mandi dan menyuci pakaian terpaksa pergi ke sungai.

“Susah kali, ke sungai naik becak motor bawa pakaian kotor banyak-banyak nyuci di sungai. Semoga saja, musim hujan segera datang,” pintanya.

Jika banyak warga mengeluh, berbeda halnya dengan Fitri Rosnidar warga Penanggalan. Sejak kemarau melanda Kota Subulussalam pada awal puasa lalu. Ia berinisiatif menggali kembali sumur untuk mendapat mata air dengan menambah kedalaman.

“Awalnya sempat susah juga sih, sumur kering, waktu itu kedalaman sumur hanya enam meter. Namun setelah ditambah kedalaman sekitar satu meter lebih, Alhamdulillah sekarang sudah aman,” ungkap ibu dua anak ini.[]