BANDA ACEH – Tim Peubeudoh Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba) mengusulkan pengangkatan Sultan Muhammad Dawood Syah menjadi pahlawan nasional. Usulan ini disampaikan dalam peringatan Haul ke 77 Sultan Muhammad Dawood Syah yang dilaksanakan Konsorsium Peusaba di Baperis Banda Aceh, Sabtu, 6 Februari 2016.

“Sultan Muhammad Dawod Syah yang meninggal pada 6 Februari 1939 lalu itu sangat berjasa besar terhadap Aceh dan Nusantara. Beliau tidak pernah mau meneken surat takluk kepada Belanda, semestinya beliau diangkat sebagai pahlawan nasional,” ujar Koordinator kegiatan, Djamal Sharief kepada portalsatu.com. 

Namun dia menyayangkan karena sampai hari ini belum ada tanda-tanda mengangkat Sultan Muhammad Dawood Syah menjadi pahlawan nasional. Bahkan, kata dia, jalan di Peunayong yang menggunakan nama Twk Muhammad Dawood juga tidak menggunakan nama sultan.

“Seharusnya pemerintah mengubah nama jalan itu menjadi nama Sultan Muhammad Dawood Syah,” katanya.  

Peusaba juga meminta pemerintah agar membuat museum atau galery untuk mengenang sultan terakhir Aceh ini.

Tuwanku Raja, perwakilan ahli waris keturunan Sultan Aceh, mengaku senang dengan kegiatan haul tersebut walaupun tidak dilaksanakan di Jakarta. Seperti diketahui, Sultan Muhammad Dawood Syah, meninggal dalam pengasingan yang kemudian dimakamkan di Batavia (Jakarta sekarang).

Kegiatan tersebut turut diisi dengan sejarah sultan oleh beberapa narasumber, seperti Muammar Al Farisi, Ramli A Dali, dan Abu Rahman Kaoy.

“Ketika perang terjadi tidak ada satu benteng Aceh yang takluk, kecuali semua penghuninya tewas,” kata Ramli A Dali. Dia mengatakan, hanya enam keluarga sultan yang tersisa setelah perang melawan Belanda berakhir.[](bna)