BANDA ACEH – Wakil Ketua DPR Aceh, T Irwan Djohan mengatakan manfaat perdamaian Aceh tidak hanya untuk orang-orang yang terlibat langsung di masa konflik. Namun juga untuk seluruh masyarakat, terutama generasi muda di Aceh.
Hal tersebut disampaikan T Irwan Djohan dalam diskusi memperingati 11 tahun perdamaian Aceh yang dilaksanakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, di 3in1 Coffee Banda Aceh, Senin, 15 Agustus 2016.
Menurutnya konflik hanyalah masa lalu. Sementara masa depan Aceh adalah perdamaian.
“Namun konflik bukan untuk dilupakan, karena generasi muda harus paham apa sebenarnya yang terjadi pada masa konflik,” kata Irwan Djohan.
Dia mengatakan, soal ekspektasi setelah perdamaian ini, maka membangun Aceh ke depan untuk mencapai tujuan dan harapan-harapan jauh lebih berat jika dibandingkan dengan masa konflik. Hal yang sangat dikhawatirkan, menurut politisi NasDem ini adalah banyaknya generasi muda yang tidak pernah tahu apa itu konflik Aceh. “Dan ini merupakan tantangan ke depan.”
“Jika banyak generasi Aceh yang tidak tahu apa itu Rumoh Geudong dan pembunuhan tokoh Aceh yang hingga saat ini belum ada kejelasan, maka dikhawatirkan konflik di masa lalu itu justru terulang kembali,” ujar Irwan Djohan.
Irwan Djohan berharap masyarakat dan generasi muda Aceh tidak tabu berbicara tentang konflik di masa depan. Pasalnya, masa lalu bukan hal yang harus dikubur dan disimpan di bawah bantal. “Tapi harus diungkap supaya hal tersebut tidak terulang kembali,” ujarnya.
Putra almarhum Teuku Djohan ini mengatakan ada beberapa hal yang memicu konflik terulang kembali. Salah satunya adalah tidak adanya keadilan yang diperoleh dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Menurutnya jika keadilan, kesetaraan, dan kebebasan tidak terwujud di era perdamaian maka akan muncul kelompok-kelompok kecil pemberontak.
“Saat ini, Aceh berada di posisi ketujuh daerah termiskin di Indonesia dan posisi kedua di Sumatera dengan jumlah pengangguran terbanyak. Hal ini adalah bagian dari ketidakadilan. Apabila ini tidak diperbaiki maka akan menjadi bom waktu untuk Aceh ke depan,” kata Irwan.[](bna)



