LHOKSUKON – Putri Aura hanya tidur terlentang di kasur, sudah setahun remaja berusia 11 tahun itu sakit parah. Warga gampong Trieng Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara itu menderita penyait tipes, paru-paru dan saraf. Kaki kirinya sudah lumpuh, hanya kaki kanan yang masih bisa digerakkan.

Buah hati pasangan Bukhari (42) dan Faridah (34) itu hanya menatap kosong, tubuhnya sudah sangat kurus. Putri bersama kedua orang tuanya menempati rumah berkonstruksi kayu berukuran 6×6 meter. Rumah itu masih berlantai tanah dengan alas karpet yang sudah lapuk, sebagian dindingnya juga sudah bolong.

Bukhari dan Faridah menceritaan, anaknya sudah seperti itu selama setahun, tepatnya pada Ramadan 1441 Hijrian, mulanya Putri mengalami panas badan biasa, tapi setelah lebaran Idul Fitri ia membawa anaknya itu berobat ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe.

“Setelah diperiksa dokter bilang Putri mengalami tipes, paru-paru, dan saraf. Pihak rumah sakit meminta saya untuk rujuk ke RSUZA di Banda Aceh, tapi saya minta maaf kalau ke sana tidak mempunyai biaya untuk berobat atau kebutuhan selama di sana,” kata Bukhari dengan nada lirih, Rabu, 31 Maret 2021 ketika dijumpai di kediamannya.

Baca Juga: DPRA Minta Kapolda Aceh Awasi APBA 2021.

Karena tidak dirujuk ke RSUZA, Putri sempat dirawat di RSUCM selama 38 hari. Karena kondisinya sudah agak membaik, Bukhari memutuskan untuk membawa pulang putrinya itu. Meski demikian dokter tetap menganjurkan untuk berobat jalan.

“Pertama kali dia (Putri) mengalami sakit seperti ini ketika usia 10 tahun, sedangkan ketika bayi dulu bahkan terlihat normal sebagaimana anak biasanya dan sangat sehat,” ungkap Bukhari.

Selama dirawat di rumah Putri diberikan makanan berupa nasi yang harus dicairkan. Tapi terkadang sesekali saat dikasih minum susu terlalu banyak dia muntah, karena di bagian tenggorokannya juga mengalami sakit.

“Saya menempati di rumah bukan tanah milik pribadi, tapi punya saudara yang memberikan izin tinggal sampaikan kapanpun. Tapi apabila tanah ini suatu saat akan dibangun rumah milik saudara, maka saya harus pindah. Tanah milik saya pribadi ada sedikit, akan tetapi posisinya agak dalam dan harus ditimbun lagi untuk bangun rumah seadanya, sedangkan saya tidak punya biaya untuk itu karena pekerjaan saya pun hanya seorang petani biasa dan tidak ada penghasilan tetap,” lanjut Bukhari. Selain Putri Aura, Bukhari mengaku juga mempunyai anak lainnya yakni Muhammad Fajar (7), Muhammad Azhar (4) dan Syifa Ramadani (usia 1 tahun 3 bulan).

Baca Juga: Ini Dia Anggaran HIbah dan Bansos Dalam APBA 2021.

Perihal penyakit Putri Aura itu akhirnya diketahui oleh Pak Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto. Ia sudah mengunjungi dan melihat kondisi Putri. Kepada Bukhari dia meminta agar Putri dibawa kembali ke RSUCM untuk kemudian dirujuk ke RSUZA.

Oke Kistiyanto, kepada wartawan, mengatakan, bahwa pihaknya tergerak untuk melihat dan membantu secara langsung terhadap kondisi Putri Aura yang cukup menyedihkan.

“Alhamdulillah sudah dikoordinasi dengan pihak RSUCM Aceh Utara untuk dirawat di sana. Mudah-mudahan nanti bisa dirujuk ke RSUZA di Banda Aceh untuk mendapatkan penananganan lebih lanjut. Penyakit dideritanya itu adalah tipes yang sudah tergolong parah, semoga dengan dibawa ke rumah sakit kita berharap ke depan bisa diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” harapnya.[]