BLANGKEJEREN – Tembok penahan air di desa Badak, Kecamatan Dahun Gelang, Kabupaten Gayo Lues kembali jebol setelah air sungai kembali meluap, warga yang tinggal diseputaran Daerah Aliran Sungai (DAS) merasa was-was lantaran takut banjir bandang terulang lagi.

Salah seorang warga Desa Badak Saleh, Minggu 12 April 2026, mengatakan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Gayo Lues pada akhir November 2025 yang lalu, tembok penahan air tersebut juga jebol dan sudah dilakukan perbaikan.

“Beberapa hari ini curah hujan sangat tinggi, sehingga tembok penahan air di desa Badak ini kembali jebol,” katanya.

Ia bersama warga lainya meminta kepada Pemerintah Daerah Gayo Lues segera melakukan perbaikan, sehingga air sungai tidak masuk ke areal persawahan dan keperumahan warga sekitar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues Muhaimini, mengatakan sudah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya tembok penahan air di desa Badak yang jebol.

“Kami akan upayakan sesegera mungkin melakukan perbaikan terhadap tembok penahan air yang jebol di desa Badak itu. Karena kondisinya memang sangat mendesak,” katanya melalui sambungan Telpon WhatsApp.

Kepala BPBD menjelaskan, jika tembok penahan air di desa Badak tidak segera dilakukan perbaikan, warga sudah pasti tidak bisa menanam padi, dan jika curah hujan tetap tinggi di Gayo Lues, kemungkinan air naik kepemukiman warga masih ada.[]