SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam berharap lelang jabatan di enam dinas di lingkungan pemerintah setempat dilakukan secara transparan sehingga calon kepala dinas yang lulus seleksi nantinya murni karena kapasitas dan keahlian yang dimiliki.
“Jangan ada ‘main mata’ dalam penentuan kepala dinas,” kata Ketua YARA Edi Shaputra dalam siaran pers dikirim kepada portalsatu.com/, Rabu, 7 Juni 2017.
YARA, kata Edi Sahputra Bako, menilai positif langkah Pemerintah Kota Subulussalam membuka pendaftaran lelang jabatan enam Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK). Sebaiknya, jangan hanya enam dinas saja, tetapi seluruh SKPK juga dilakukan lelang jabatan.
“Karena kami menilai masih banyak pimpinan SKPK yang lemah kinerjanya, seperti Dinas Pendidikan dan lainnya, ini tentunya sangat berpengaruh buruk dalam memacu kemajuan pembangunan di Negeri Sada Kata,” kata Edi.
Menurut Edi, seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemko Subulussalam merupakan hal positif dan harus dilakukan demi terwujudnya kinerja serta pelayanan birokrasi yang baik dan bersih. Namun, harus benar-benar secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan, dan pelatihan serta rekam jejak jabatan dan integritas.
Hal ini sesuai dengan perintah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Edi berharap, tiga nama yang nantinya lulus dan direkomendasikan kepada Wali Kota Subulussalam, salah satu di antaranya ditunjuk sebagai kepala dinas, harus mengedepankan SDM, memiliki kapasitas, serta memperhatikan latar belakang pendidikan ketiga calon tersebut sesuai atau tidak dengan dinas yang dipilih.
“Sudah cukup selama delapan tahun Merah Sakti memimpin, penempatkan Kepala SKPK banyak tidak kompeten di bidangnya,” kata Edi.
Menurut Edi, seleksi terbuka calon JPT Pratama ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun Negeri Sada Kata menuju arah yang lebih baik lagi dengan mengedepankan profesionalitas.
“Jangan jadikan seleksi ini formalitas saja, jangan ada permainan dalam penentuan Kepala SKPK,” pungkas Edi.[](rel)

