LHOKSEUMAWE Pengamat teroris, Al Chaidar, menduga kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berada di balik teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari 2016 pagi. Dugaan ini dilatarbelakangi ancaman yang pernah dikeluarkan kelompok tersebut melalui media sosial dan YouTube.
Saya merasa kelompok ISIS yang ada di Indonesia semakin memperlihatkan bahwa ancaman-ancaman yang mereka buat lewat YouTube dan media sosial itu ternyata sungguhan, bukan hanya menggertak saja, kata Al Chaidar saat ditemui portalsatu.com, di Lhokseumawe, Kamis sore.
Berdasarkan informasi diterima Al Chaidar, jaringan ISIS sebelumnya juga merencanakan penyerangan di Indonesia pada saat Natal. Saat itu aksi mereka tidak berhasil kecuali peristiwa di Bandung.
Saya kira ini memang membuktikan bahwa mereka sangat serius untuk menyerang dan membuat serangan berikutnya ke Indonesia. Pemerintah Indonesia sudah seharusnya menyatakan bahwa ISIS merupakan organisasi teroris atau terlarang, ujar Al Chaidar.[](bna)


