ISTANBUL Mahasiswa asal Aceh dan Indonesia umumnya di beberapa kota di Turki masih sebagaimana sebelumnya, selamat dari bencana buatan, bom pengacau. Hanya, kalau dilihat dari sisi keamanan, tentunya mahasiswa Aceh dan Indonesia harus berhati-hati ketika berada di titik-titik yang diperkirakan rawan terjadi pemboman.
Demikian kata mahasiswa asal Aceh kandidat doktor di Istanbul, Muhammad Arhami, kepada portalsatu.com, Selasa 15 Maret 2015, melalui whatApp.
Ada beberapa tempat yang harus diwaspadai oleh semua masyarakat di Turki seperti dirilis oleh pihak keamanan setempat. Di antaranya gedung AKP, TBMM, tempat wisata, airport, mall, tempat ibadah, titik pertemuan, gedung umum, dan titik titik kantor polisi dan markas tentara.
Arhami mengatakan, keadaan Turki sekarang, di beberapa tempat, pada saat yang tidak diduga-duga kelompok pemberontak PKK dan PYD atau DAES siap menebar terror.
Dari sisi kenyamanan belajar memang akan sedikit berpengaruh bagi para mahasiswa terutama yang berada di dua kota besar yaitu Ankara dan Istanbul. Karena pastinya ada rasa was-was akan terjadinya teror bom pada saat ke tempat perkuliahan, kata Arhami.
Dua kota tersebut, kata Arhami, akan menjadi incaran para teroris saat kekacauan.
Dua kota ini menjadi simbol Turki, Ankara sebagai pusat pemerintahan dan Istanbul sebagai pusat perekonomian, kata Arhami.[]



