LHOKSEUMAWE – Para imigran etnis Tamil asal Sri Lanka yang terdampar di pantai Lhoknga, Aceh Besar beberapa pekan lalu kini ditempatkan sementara di bekas kantor Imigrasi Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
Pantauan portalsatu.com, rombongan imigran tersebut tiba pukul 17:30 WIB, Rabu, 22 Juni 2016, dengan menumpang sebuah bus. Mereka dikawal oleh pihak kepolisian bersama staf Dinas Sosial Provinsi Aceh dan pejabat Kanwil Kemenkumham Aceh.
Usai diturunkan, para imigran tersebut dikawal untuk memasuki tempat yang telah disediakan. Sampai di dalam, mereka kembali didata dan diberikan beberapa bimbingan oleh pihak International Organization Migration (IOM) dan UNHCR yang membidangi masalah pengungsi dunia.
Data yang diterima portalsatu.com, mereka yang ditampung terdiri dari 19 laki- laki, 15 perempuan yang seorang di antaranya sedang hamil serta 5 anak laki-laki dan 4 anak perempuan dengan jumlah 43 orang.
Kepala Bidang Intelijen, Penindakan, Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Aceh, Prajoko Yuwono kepada portalsatu.com mengatakan, mereka ditampung sementara di Lhokseumawe sesuai hasil rapat Forkopimda di Banda Aceh termasuk penanganannya.
Belum tahu berapa lama, pihak Kedubes Sri Lanka sudah diberitahukan dan kita menunggu kedatangan mereka ke Aceh, kata Prajoko.
Prajoko menegaskan bawha mereka akan dipulangkan namun hingga kini perlu persiapan. Sebab, mereka imigran gelap yang melanggar keimigrasian Indonesia atau sering disebut masuk tidak sah. Dari itu, dilengkapkan dokumennya dan kemudian juga melihat sisi pengakuan dari negaranya.[](ihn)

