LHOKSEUMAWE – Tiga bangunan balai atau tempat pengajian Nailul Muram di Desa Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe terbakar. Tak ada korban jiwa, namun puluhan kitab suci Alquran dan kitab lainnya ikut hangus.
Kejadiannya sekitar pukul 18.25 WIB tadi, tepatnya saat masuknya waktu salat Magrib. Tiba-tiba dari salah satu balai tersebut mengeluarkan api yang kemudian menjalar ke dua balai lain di sebelahnya, kata Mansur, Geuchik Lhok Mon Puteh, ditemui portalsatu.com usai kejadian.
Mansur menjelaskan, balai pengajian tersebut milik Teungku Nurdin Ali. Di tempat ini, ratusan santri mengaji usai salat Magrib.
Balai ini milik Teungku Nurdin Ali akrab disapa Abon Lhok Mon Puteh. Alhamdulillah, kejadian ini tidak sampai memakan korban, hanya saja ada warga yang terluka akibat mengevakuasi barang-barang di dalamnya. Untungnya lagi, pengajian biasanya baru dimulai usai Magrib dan dipastikan tidak ada santri saat kejadian tersebut, ujar Mansur.
Mansur menyebutkan akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir sampai Rp100 juta. Jika tidak cepat datang tim pemadam kebakaran, dipastikan api akan merambat ke rumah warga di sampingnya. Namun, tim pemadam yang sigap langsung ke lokasi untuk memadamkan api, katanya.
Safwan, salah seorang petugas pemadam kebakaan mengatakan, berawal dari laporan masyarakat adanya kebakaran di tempat tersebut, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.
Saat kami tiba, api sedang membesar. Dengan kesigapan petugas sekitar 20 menit kemudian api bisa dijinakkan dan dapat dipastikan api padam, kata Safwan.
Safwan menambahkan, pihaknya mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran dan 14 petugas untuk memadamkan api. Kesulitannya hanya disebabkan oleh badan jalan menuju lokasi sempit, untuk lainnya tidak ada, ujarnya.[]



