LHOKSEUMAWE – Tiga mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Malikussaleh (Unimal) menciptakan mesin pemotong rumput berbasis energi terbarukan menggunakan tenaga matahari dan baterai dengan penggerak remote control.

Dosen Jurusan Teknik Mesin Unimal, Aljufri, S.T., M.T., mengatakan, pembuatan mesin ini merupakan hasil tugas akhir mahasiswa tersebut. Tiga mahasiswa perancang alat itu atas nama Suhaimi, Zuanda, dan Sugeng. Mesin pemotong rumput tersebut dioperasikan menggunakan remote dan dapat bekerja di lapangan selama 72 menit nonstop dengan luas area pemotongan sekitar 312,5 meter.

Selain itu, lanjut Aljufri, alat tersebut bekerja dengan sistem transmisi menggunakan gearbox dan putaran mesin 2650 rpm, daya baterai 86,4 WH serta pengisian daya batarei selam 1 jam. Kata dia, alat itu diciptakan untuk menggantikan mesin manual. Untuk sementara ini alat tersebut dijadikan sebagai pengujian di lingkungan kampus Unimal. Jika nantinya ada yang ingin mengembangkan maka bisa bekerja sama dengan pihaknya.

“Pada awalnya, mesin pemotong rumput itu ide saya yang saya sampaikan kepada tiga mahasiswa tersebut untuk tugas akhir kuliah. Mereka selesai merancang alat pemotong rumput itu dalam waktu satu bulan, namun di mana ada kekurangan kita tambahkan hingga mesin ini berjalan dengan normal,” kata Aljufri yang juga dosen pembimbing ketiga mahasiswa itu, kepada portalsatu.com/, Selasa, 5 Maret 2019.

Aljufri menambahkan, dengan adanya penemuan inovasi seperti ini, diharapkan kepada mahasiswa lainnya juga dapat menciptakan inovasi teknologi terbaru.

Menurutnya, dengan adanya teknologi ini agar dapat berpacu dalam industri-industri yang ada di daerah setempat, terutama perkembangan bagi masyarakat yang selama ini masih bekerja secara manual.

“Dengan industri 4.0 yang dikembangkan pemerintah, agar industri kita lebih maju lagi untuk ke depan. Kepada mahasiswa kita juga berharap untuk terus mengembangkan potensi diri yang lebih kreatif dengan membuat penelitian dan penemuan-penemuan supaya dikenal di derah lain, umumnya di Indonesia,” ungkap Aljufri.[]