BANDA ACEH Tim Dinas Perhubungan Aceh melakukan operasi pengecekan kelengkapan dan kondisi kendaraan umum menjelang arus mudik Idul Fitri di Terminal Batoh, Banda Aceh, Selasa, 13 Juni 2017.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Aceh Husaini mengatakan, operasi itu untuk memastikan kesiapan angkutan umum, khususnya di Aceh menjelang arus mudik.
“Kita melihat kondisi ban, lampu, rem, surat kelengkapan dan izin trayek. Jika sudah lengkap maka petugas kami melabelkan stiker angkutan lebaran 2017 yang sudah siap melayani penumpang. Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga dapat berjalan dengan lancer, tertib, aman,” kata Husaini.
Selain itu, petugas Dinas Perhubungan juga memeriksa kendaraan angkutan umum yang masih memakai pelat hitam
Husaini menyebutkan, angkutan untuk mudik lebaran tahun 2017 mencapai 4.000 unit, meliputi Angkutan Kota Atar Provinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP).
“Sudah beberapa kali kami rapat koordinasi yang kami laksanakan tanggal 9 di Dinas Perhubungan, itu kita sampaikan AKAP kita hampir 600, AKDP hampir 3.000 lebih. Intinya ada 4.000 angkutan yang tersedia tahun 2017 menjelang lebaran,” kata Husaini.
Menurut Husaini, Jembatan Krueng Tiengkum yang belum selesai dibangun kembali menjadi kendala. “Satu kendala kita di Jembatan Krueng Tiengkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, sampai hari ini belum ada titik terang. Malah jalur alternatif 8,6 km itu belum diaspal, masih berdebu,” katanya.
Puncak arus mudik diprediksikan terjadi empat hari sebelum Idul Fitri hingga lima hari setelahnya. Selama beberapa hari tersebut, pihak Dinas Perhubungan Aceh akan membuat pos persinggahan.
Husaini menyampaikan, tujuh hari menjelang Idul Fitri tidak ada lagi angkutan selain angkutan sembako, gas, dan BBM. “Selain angkutan itu tidak bisa diizinkan lewat,” ujarnya.[]



