TIM dari Program Kreaktivitas Mahasiswa (PKM) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil Lulus ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024. Kabar baik ini diumumkan pada 28 Agustus 2024 setelah melalui serangkaian seleksi ketat dan penilaian yang kompetitif pada PKP2 yang lalu.

Tiga Tim PKM (Program Kreaktivitas Mahasiswa) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil lolos ke PIMNAS. Salah satunya tim yang diketuai oleh Muhammad Azharry. Tim tersebut berasal dari program studi Teknik Kimia Universitas Syaih Kuala (USK) yang berpartisipasi dalam program Kreaktivitas Mahasiswa bidang Riset Ektanta (PKM-RE).

Tim yang berhasil lulus ini mengusung riset yang berjudul “Pembuatan Membran Antifouling dengan Teknik Tranformasi Sifat Pembasahan Permukaan untuk Purifikasi Air Tercemar Polutan Organik”.

Ketua Tim PKM-RE USK, Azharry menuturkan bahwa lolosnya mereka ke PIMNAS ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi dari seluruh anggota tim.

“Alhamdulillah atas kehendak Allah kami diberikan kesempatan untuk lolos ke PIMNAS pada 2024 ini. Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih atas do’a dan dukungan yang diberikan oleh pembimbing san seluruh pihak Universitas Syiah Kuala. Lulus ke PIMNAS ini merupakan kesempatan yang sangat besar bagi kami dalam memberikan kontribusi bagi permasalahan lingkungan. Kami berharap bahwa dapat menjadi kebanggaan bagi Universitas Syiah Kuala dengan mendapatkan medali emas di PIMNAS ke 37 nanti,” ungkap Azharry.

Tim tersebut terdiri dari tiga orang yaitu Muhammad Azharry sebagai ketua dan beranggotakan  Miftahul Arzaq (angkatan 2021) dan Haziqia Aulia Putri (angkatan 2022). Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Prof.Dr. Nasrul, S.T., M.T.

Ketua tim, Muhammad Azharry, mengatakan bahwa riset mereka dilatarbelakangi  keadaan kualitas air sungai di Indonesia yang kian memburuk akibat pencemaran, sementara itu permintaan air bersih dan populasi semakin meningkat.

“Hal ini juga didukung dengan ketidakmampuan teknologi konvensional yang digunakan Indonesia saat ini, yang belum mampu mengurangi polutan organik didalam air. Sehingga untuk menghatasi hal tersebut, kami berinisiasi untuk menciptakan teknologi terbaru. Dan kami berharap agar bisa dikembangkan dan dapat dipertimbangkan untuk penerapan dalam penyisihan polutan di Indonesia,” kata Azharry.

Penelitian ini telah berlangsung selama 4 bulan (April-Juli) di Laboratorium Material dan Polimer, Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala.

Pembuatan membran dilakukan dengan  menggunakan  Teknik Vapor-Non Solvent Induced Phase Sepration (VNIPS) dimana teknik ini merupakan gabungan dari dua metode dalam pembuatan membran yakni Vapor Induced Phase Separation (VIPS) dan Non-Solvent Induced Phase Separation (NIPS). Metode ini dinilai dapat mengurangi cacat pori pada membran, meningkatkan sifat anti-fouling membran dan memberikan fitur asimetris pada membran.

Terbukti bahwa membran yang diciptakan oleh Azharry dkk berhasil memisahkan polutan organik sebesar 80% dari nilai awal. Membran yang mereka ciptakan juga memiliki sifat antifouling yang tinggi. Hal ini dapat memperpanjang usia pakai membran saat digunakan.

Dosen Pembimbing, Prof. Dr. Nasrul, S.T., M.T mengapresiasi Tim PKM ini karena telah berhasil lolos ke ajang yang bergengsi bagi mahasiswa diseluruh Indonesia yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024.

“Ini adalah buah dari hasil kerja keras mereka selama beberapa pekan lalu yang didukung oleh pendanaan Program Kreaktivitas Mahasiswa dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Universitas Syiah Kuala. Saya sangat bangga dan berharap mereka dapat lebih membanggakan Universitas Syiah Kuala di PIMNAS nanti,” kata Prof. Dr. Nasrul, S.T., M.T.[]