TAPAK TUAN – Untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dan dewan guru, pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pasie Raja, Aceh Selatan, mengambil kebijakan memasang kamera pemantau (CCTV) di 10 dari 15 ruang kelas belajar yang ada di sekolah tersebut.
Menurut Kepala SMAN 1 Pasie Raja, Rasmadi S.Pd, kebijakan itu telah memberi manfaat maksimal terhadap peningkatan kedisiplinan dan ketertiban dalam berlangsungnya proses belajar mengajar siswa dan dewan guru.
Sejak adanya kamera pemantau yang terhubung langsung dalam ruang kerja kepala sekolah, saya bisa secara langsung mengawasi proses belajar mengajar siswa di masing-masing ruang kelas belajar setiap harinya. Bahkan pengawasan yang saya lakukan tidak hanya terhadap kedisiplinan dan ketertiban, tapi juga terhadap mutu atau kualitas materi pengajaran sesuai bidang studi atau mata pelajaran yang dipaparkan oleh guru bersangkutan di setiap jam belajar, kata Rasmadi kepada portalsatu.com, Jumat, 21 Oktober 2016.
Dia mengklaim, sejak CCTV terpasang di setiap ruang kelas terhitung sejak Januari 2016 lalu, tingkat kedisiplinan dan kualitas atau mutu pendidikan di sekolah tersebut telah mengalami peningkatan secara signifikan dibandingkan sebelumnya.
Pihaknya terlebih dahulu mensosialisasikan hal itu kepada siswa dan dewan guru, sehingga mereka secara sadar sudah mengetahui jika gerak-geriknya terpantau oleh kepala sekolah.
Sebenarnya kata Rasmadi, terkait ide pemasangan CCTV tersebut bukanlah hal baru. Jauh-jauh hari sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah memang sudah dipasang CCTV. Hanya saja baru dipasang di ruang dewan guru dan luar ruangan untuk memantau aktivitas orang yang keluar masuk sekolah.
Setelah saya dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah, saya mengambil kebijakan untuk mengalihkan pemasangan kamera pemantau ke dalam ruang kelas belajar, sebab tugas dan tanggungjawab utama pihak sekolah adalah mewujudkan proses belajar mengajar siswa yang berkualitas demi untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini, satu-satunya cara untuk mewujudkan hal itu adalah memastikan proses belajar mengajar berlangsung secara tertib dan disiplin sesuai kurikulum belajar yang telah ditetapkan, katanya.
Sejauh ini ada lima ruang belajar lagi yang belum dipasang CCTV, pihaknya menargetkan akan memasang secara bertahap hingga tahun anggaran 2017 mendatang.
Rasmadi juga mengatakan, sekolahnya masih kekurangan beberapa guru mata pelajaran seperti matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bahkan kata dia, guru geografi dan sosiologi masih kosong sampai saat ini.
Kekosongan guru khusus terhadap mata pelajaran geografi dan sosiologi. Sedangkan guru matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kurang. Kekurangan guru tersebut dalam artian karena jumlah jam pelajaran tidak sesuai dengan jumlah rombongan belajar (romber) sebab mata pelajaran tersebut hanya memiliki satu orang guru, katanya.
Pihaknya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Selatan segera merekrut guru baru sesuai kebutuhan sekolah yang ada di Aceh Selatan, khususnya di SMAN 1 Pasie Raja.
Jika pengadaan guru baru tidak memungkinkan dilaksanakan saat ini, kami juga menyarankan bahwa jika ada program pemindahan atau mutasi guru di Aceh Selatan, maka terhadap guru bidang studi yang kami butuhkan tolong ditempatkan di SMAN 1 Pasie Raja, katanya.[]
Laporan Hendri Meukek

