SIGLI – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-91 tahun 2016 Kodim Pidie memusatkan pembangunan di Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wabup Pidie, M. Iriawan di lapangan bola kaki Jabal Ghafur Sigli yang melibatakan 150 personel gabungan, Selasa, 20 September 2016.

Dandim Pidie Letkol Inf. Usik Samwa Parana selaku Komandan Satuan Tugas TMMD ke-91 dalam laporannya menjelaskan, ada tiga kegiatan fisik dan tujuh kegiatan non fisik yang akan dilaksanakan pada tahun ini .

“Kita laksanakan kegiatan ini dari tanggal 20 September hingga 19 Oktober 2016 di Kecamatan Mila,” lapor Usik Samwa pada upacara pembukaan.

Adapun kegiatan fisik lanjutnya meliputi, melanjutkan pekerjaan pelebaran dan pengerasan jalan sepanjang 4000 meter, pengerasan badan jalan sepanjang 4000 meter dengan lebar 6 meter dan pemasangan gorong – gorong di 12 titik.

“Sedangkan untuk kegiatan non fisik, kita melaksanakan, donor darah, pengobatan massal, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan kesehatan dan keluarga berencana, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan pertanian dan penyuluhan hukum,” kata Dandim.

Selain personil TNI- Polri dan instansi terkait Pemkab Pidie, setiap hari, lanjut Dandim, sebanyak 50 warga masyarakat dilibatkan dalam kegiatan program manunggal tersebut masayarakat akan dilibatkan secara bergiliran.

Upacara pembukaan TMMD dipimpin langsung Wakil Bupati Pidie yang sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan TMMD ke-91 serta penyerahan alat kerja kepada personil TNI-Polri dan masyarakat.

Wabup Pidie, berterima kasih kepada TNI yang selama ini terus bekerja demi kepentingan rakyat, terutama dalam hal mempercepat proses pembangunan kepentingan masyarakat.

“Ini sebagai bukti kepedulian TNI terhadap rakyat sangat tinggi yang perlu disikapi dan didukung semua pihak,” kata Iriawan dalam pidato pembukaan.

Dengan diterobos jalan tersebut, menurut Wabup sangat menguntungkan bagi warga masyarakat terutama bagi petani kebun yang dikenal sangat luas di kawasan itu. Jalur itu merupakan jalur akses memudahkan mengangkut hasil perkebunan rakyat.

“Ada ribuan hektar lahan perkebunan yang dapat difungsikan warga jika jalur akses itu selesai dibuka. Tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian mereka,” kata Iriawan.[](ihn)