Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsTokoh Muslim AS...

Tokoh Muslim AS Peringatkan Trump

Ketua Kongres Masyarakat Muslim Amerika-Lingkaran Islam Amerika Utara (MAS-ICNA) Huseyin Ata memperingatkan aksi propaganda Presiden AS Donald Trump melawan umat Islam.

Dalam pembukaan MAS-ICNA di Chicago, Illinois, AS, Ata mengatakan hak dan kebebasan umat Muslim di AS menghadapi ancaman yang lebih besar dari masa sebelumnya.

“Kekacauan dan ketidakbijaksanaan pemerintahan saat ini telah meningkatkan ketidakjelasan bagi Muslim Amerika dan semua orang Amerika,” ujar Ata, dikutip Anadolu Agency, 30 Desember 2017.

Menurut Ata, propaganda tersebut bukan hanya melalui kata-kata, tapi sudah menjadi kebijakan setelah kemenangan Trump dalam pemilu.

Ata menilai sikap Trump telah mengeluarkan keputusan yang tak bijaksana dan bertanggung jawab seperti terlihat dalam kebijakan anti-imigran Trump dan larangan visa terhadap warga negara-negara Muslim. Ditambah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

“Kami merasa hak dan kebebasan kami lebih terancam daripada sebelumnya, di negara yang menyatakan dirinya sebagai pembela toleransi, kebebasan, dan hak-hak sipil,” ujar Ata.

Sekretaris Jenderal US Council of Muslim Organizations, Oussama Jammal mengirimkan pesan bahwa Muslim tidak akan bisa dilarang masuk ke AS dan umat Muslim adalah bagian dari AS.

“Dengan hadir di sini, kepada semua orang kami menyatakan bahwa umat Muslim masih hidup dan memberikan kontribusi besar kepada negara,” kata Jammal.

Jammal mengingatkan, masyarakat Amerika terutama komunitas Muslim harus bersiap untuk pemilihan tahun 2018 dengan mempertimbangkan kebijakan Trump.

“Kita harus menunjukkan bahwa umat Islam di Amerika adalah masyarakat yang konsisten, dinamis, dan penting,” tambah Jammal.[] Sumber: dream.co.id

Baca juga: