PT Kalbe Farma mengungkapkan tren kebutuhan konsumen terhadap produk kesehatan. Deputi Direktur Pengembangan Bisnis Perusahaan PT Kalbe Farma Fransiscus Xaverius Widiyatmo mengatakan, masyarakat kini memiliki kesadaran kesehatan yang cukup baik. Sebab, penyakit yang muncul di masa mendatang banyak berkaitan dengan gaya hidup.
Kemungkinan besar yang akan banyak muncul adalah penyakit yang berkaitan dengan stres dan pola hidup masyarakat, ujarnya di sela acara roadshow Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016 di Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa, 19 April 2016.
Hal itu turut mempengaruhi tingginya permintaan functional food atau produk makanan yang menunjang kesehatan. Peningkatan kontribusinya setiap tahun lebih dari 30 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan obat. kata Widiyatmo. Sedangkan pertumbuhan pasar sektor obat hanya berkisar 10 persen.
Oleh karena itu, penelitian produk kesehatan ke arah gaya hidup sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ke depan itu adalah bagaimana kita menghasilkan produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup dan look and feel young, ujar dia.
Pihaknya pun mendorong para peneliti untuk meneliti topik-topik riset yang dibutuhkan industri, dalam hal ini konsumen. Sebab, bisa atau tidaknya komersialisasi hasil penelitian sangat bergantung konsumen dan kondisi pasar Indonesia, kata Widiyatmo.
Selain itu, Kalbe menyarankan agar peneliti berfokus pada empat hal utama di bidang industri. Yakni bio pharmaceutical atau bio teknologi, vaksin, natural, dan chemical API. Empat area itu fokus utama, kata dia.
Dari sana peneliti dapat memperoleh peluang besar agar hasil penelitiannya dilirik oleh perusahaan-perusahaan yang menaruh perhatian sesuai prioritasnya masing-masing. Tidak hanya Kalbe, tapi dilihat dari sudut industri kesehatan. | sumber : tempo

