BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Aceh menggelar Rakerda bertajuk “Pilkada Serentak 2017 sebagai Tahun Penentuan”. Rakerda ini digelar di Grand Aceh Hotel, Lamdon, Banda Aceh, Sabtu, 6 Agustus 2016.
Ketua DPD PDI-P Provinsi Aceh Karimun Usman dalam sambutannya mengatakan, saat ini PDI-P merupakan partai penguasa dan pemenang baik pada pilpres sampai pada kelapa daerah.
“Hari ini juga banyak calon kepala daerah yang datang untuk minta dukungan kepada PDI-P walaupun kita di DPRA tidak mendapatkan kursi,” kata Karimun Usman.
Ia juga mengatakan jika PDI-P sudah 'dizalimi' pada pemilu legislatif lalu. “PDIP mendapatkan suara sah itu sampai 63.000 namun tak satupun kita tidak mendapatkan jatah kursi di DPRA,” ujar Karimun Usman.
Ia berharap, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri agar segera menyiapkan calon gubernur yang akan diusung di pilkada 2017. Gubernur yang diusung nantinya kata dia harus berjuang sesuai trisakti Bung Karno.
Sementara itu, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menambahkan, di bawah kepemimpinan Karimun Usman, PDI-P Aceh dapat membuat sejarah baru di seluruh Provinsi Aceh.
“Sebagai partai politik kita punya satu keyakinan yaitu PDI-P adalah sebagai partai pelopor yang mampu menggembleng para calon kepala daerah dalam menyampaikan visi dan misinya. Pada pilkada tahun 2015 dari 10 daerah berhasil memperoleh kursi sebanyak 82% yaitu 9 daerah berasal dari PDI Perjuangan.”
Dia menambahkan, dalam meraih kemerdekaan masyarakat Aceh terus bergotong royong dalam menghadapi para penjajah. “Maka mari kita membantu dalam memenangkan dan menyukseskan pilkada serentak tahun 2017,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut pengamat politik RI Dr. Murani, Wakil Sekjen DPP PDI-P Ahmad Basarah, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Hadir pula Sekretaris DPD PDI-P Sumut Sutarto, Ketua DPD PDI-P Jambi Edy Purwanto, Sekretaris DPD PDI Bengkulu Iksan Fajri.
Dari politisi lokal tampak hadir Ketua DPP PNA Irwandi Yusuf, Ketua DPW NasDem Aceh Zaini Djalil, Ketua DPD PKPI Aceh Indra Azmi, perwakilan dari Golkar Aceh Syukri Musa dan relawan Tarmizi A. Karim Sayuti M. Nur.[](ihn)


