SUKA MAKMUE – Selama ini, batu giok yang pernah booming di tanah air tidak hanya digunakan sebagai batu cincin ataupun perhiasan lainnya. Pasalnya, batu mulia khas kabupaten Nagan Raya ini juga menghasilkan beragam aksesoris menarik lainnya yang sudah bisa diukir dengan tangan cekatan perajin batu giok di Aceh.

Hal ini terlihat pada aksesoris piala berbahan batu giok jenis nephride jade pada ajang Kejuaraan Aceh Barat Selatan 4×4 Extreme Competition yang berlangsung di sirkuit alun-alun Suka Makmue, Nagan Raya pada Minggu, 3 April 2016 kemarin.

Ketua The Leader Off-Road Team DPR Aceh, Zulfadhli, S.E mengaku, ia sengaja mendesain khusus aksesoris piala dengan menggunakan material batu giok khas Nagan Raya tersebut.

“Panitia sengaja desain tropi dari batu giok ini sebagai kesan dan ciri khas dari kabupaten Nagan Raya dan sekaligus sebagai tuan rumah kejuaraan offroad,” kata Zulfadhli ditemui di sirkuit, Minggu sore, 3 April 2016.

Menurutnya, untuk membuat tropi dari batu mulia tersebut, pihaknya mengaku telah menghabiskan sekitar 200 kilogram batu giok untuk mendesain 20 unit piala untuk semua kelas pada kejuaraan offroad. Ia mengaku, pihaknya menghabiskan sebanyak 10 kilogram batu giok untuk satu unit piala.

“Ini sebagai rasa solidaritas kami sebagai panitia untuk dijadikan kenang-kenangan spesial bagi offroader yang berasal dari luar Aceh,” katanya[](ihn)

Laporan: Ahmad Zaki