BIREUEN – Pemuda diharapkan memiliki tiga kecerdasan yang harus diimplementasikan dalam pergerakan, yakni kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB-HUDA), Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop dalam tausiahnya pada pelantikan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bireuen, di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu, 15 Januari 2022.

“Dari tiga kecerdasan tersebut, kecerdasan spiritual adalah yang paling utama. Persoalan yang serius  harus dihadapi dengan serius pula, kita boleh enjoy, tapi jangan 24 jam enjoy. Maka saya datang hari ini karena serius menaruh harapan ini, sesungguhnya masa depan Bireuen ada pada pemuda, inilah yang kita harapkan,” kata Tu Sop.

Tu Sop yang juga Dewan Penasihat Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menambahkan, KNPI harus objektif dalam melakukan pergerakan-pergerakan yang dapat memberi solusi.

“Kalah cepat dalam sebuah pergerakan akan cepat kalah dalam persaingan. Di era milenial ini dengan persaingan global, kita berada di era penjajahan gaya baru, kalau kita tidak memperkuat perencanaan ke depan maka harus menerima risiko menjadi bangsa yang direncanakan orang, berbahaya bagi anak-anak kita, berbahaya untuk Aceh jangka panjang dan Indonesia nantinya, itulah harapan kita, terjemahkan itu secara benar dari segi aspek kehidupan, pemikiran dalam sikap dan perilaku kita,” ujar Tu Sop.

Pengurus KNPI Bireuen yang dilantik antara lain Muammar Kadafi, S.Pd.I., Hendri Suheri, S.E., dan Sudirman Ismail, S.kom., masing-masing sebagai ketua, sekretaris dan  bendahara, serta para pengurus lainnya. Pelantikan turut dihadiri Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bireuen.[](*)